Bengkalis

Naik Heli Puma Milik TNI AU, Kepala BNPB dan Gubernur Riau Pantau Kebakaran Lahan di Rupat

Kepala BNPB dan Gubernur Riau meninjau lokasi kebakaran lahan di wilayah Rupat, Bengkalis, Senin.

Naik Heli Puma Milik TNI AU, Kepala BNPB dan Gubernur Riau Pantau Kebakaran Lahan di Rupat
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgiono
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo dan Gubernur Riau Syamsuar menunjau lokasi kebakaran lahan di wilayah Rupat, Bengkalis, Senin (4/3/2019). 

Naik Heli Puma Milik TNI AU, Kepala BNPB dan Gubernur Riau Pantau Kebakaran Lahan di Rupat

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo dan Gubernur Riau Syamsuar meninjau lokasi kebakaran lahan di wilayah Rupat, Bengkalis, Senin (4/3/2019).

Rombongan berangkat dari Lanud Roesmin Nurjadin menggunakan Helikopter TNI AU type Puma.

Ikut dalam rombongan, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, Rektor Universitas Riau Prof Dr Aras Mulyadi, Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harofie, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Riau Ervin Rizaldi, perwakilan Badan Restorasi Gambut (BRG).

Baca: Satu Abad Damkar, 204 Personel Damkar di Indonesia Ikuti Skill Competition di Pekanbaru

Selain heli jenis Puma milik TNI AU, ada dua heli lainya yang ikut mengiringi rombongan. Yakni heli type bell 412 bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) serta satu unit lagi heli dari kepolisian type bell 429.

Sebelum melakukan pemantauan Karhutla dari udara, terlebih dahulu dilakukan kegiatan pembukaan pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau pun tekhnologi hujan buatan di Posko Karhutla Lanud Roesmin Nurjadin. Meski begitu, untuk kegiatan modifikasi cuaca ini sendiri, sudah mulai dilakukan beberapa kali pekan lalu.

"Modifikasi cuaca ini kalau bisa dikembangkan terus menjelang musim kemarau panjang atau disebut elnino. Kalau kita bisa lebih siap, tentu Karhutla di Riau ini bisa kita lakukan antisipasi sebelum meluas," kata Doni.

Menurut Doni, pentingnya langkah antisipasi melalui kegiatan TMC tersebut, untuk mencegah meluasnya Karhutla yang saat ini sudah terjadi di Bengkalis, Dumai dan Meranti. Selain ketiga daerah itu, Karhutla yang mulai terjadi di Pelalawan juga saat ini sudah mulai jadi perhatian.

"Kalau kita lebih awal siaga seperti ini, pemerintah juga tak perlu menghabiskan dana lebih besar lagi untuk membiayai pemadaman Karhutla," ujarnya.

Baca: Dua Kali Terbebas dari Ekseskusi Algojo, Tahanan ISIS Ini Ungkap Keajaiban hingga Ia Bebas

Gubenur Riau (Gubri) Syamsuar menghimbau semua pihak agar waspada terhadap kebakaran lahan di wilayahnya masing-masing. Sebab saat ini Riau akan memasuki musim kering. Data dari BMKG puncak musim kemarau di Riau terjadi di bulan Juni hingga September mendatang.

Halaman
123
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved