Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Puteri Indonesia

Frederika Alexis Cull, Pecinta Anjing yang Jadi Puteri Indonesia 2019, Begini Foto-Fotonya

Frederika Alexis Cull menjadi Puteri Indonesia 2019, ia keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan wakil Sulawesi Utara, Jolene Marie Rotinsulu

Editor: Rinal Maradjo
instagram@frederikacull
Frederika Alexis Cull, Pecinta Anjing yang Jadi Puteri Indonesia 2019, Begini Foto-Fotonya 

Frederika Alexis Cull, Pecinta Anjing yang  Jadi Puteri Indonesia 2019, Begini Fotonya

TRIBUNPEKANBARU.COM - Frederika Alexis Cull menjadi Puteri Indonesia 2019, ia keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan wakil Sulawesi Utara, Jolene Marie Cholock Rotinsulu.

Frederika Alexic Cull menjadi Puteri Indonesia 2019, dan ia berhak mewakili Indonesia ke Miss Universe 2019.

Sedangkan Jolene Marie Cholock Rotinsulu mewakili Indonesia di ajang Miss Universe,

Frederika Alexis Cull adalah Mahasiswi International Bussines asal Jakarta yang mewakili Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta 1 di ajang kecantikan Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2019.

Gadis 19 tahun ini dikenal sebagai pecinta hewan, terutama Anjing.

Ia terlibat beberapa kegiatan kampanye melindungi hewan .

Seringkali Frederika Alexis Cull mengimbau masyarakat Indonesia untuk melindungi hewan peliharaan.

Bahkan, ia bekerjasama dengan tempat penampungan hewan di Jakarta untuk menyelamatkan dan melindungi hewan peliharaan yang terlantar.

Selain itu, Frederika berusaha untuk menghentikan penjualan daging anjing sebagai bahan konsumsi dengan cara melakukan persuasi di tiga ‘Lapo’ atau rumah makan di area Jakarta.

“Melakukan persuasi di tiga ‘Lapo’ untuk berhenti menjual daging anjing,” kata dia seperti dilansir oleh dari akun Instagram Puteri Indonesia.

Baca: VIDEO: LIVE & LINK Streaming Masterchef Indonesia 2019, Sore Ini, LIVE RCTI!

Baca: Drama Korea Terbaru Big Issue Tayang, Intip Sinopsis dan Ini Rating Episode Perdananya

Selain itu, dara penyuka olahraga rugby itu selama tiga tahun terakhir telah bergabung di ‘Sekolah Bisa’.

Lembaga ini adalah sebuah Non Governmental Organization (NGO) atau Organisasi Non Pemerintah yang menyediakan pendidikan berbagai jenis mata pelajaran untuk menyiapkan anak-anak kurang mampu memasuki sekolah negeri.

Organisasi ini sendiri memiliki fokus terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan bakat bagi para siswanya.

Ia juga aktif di organisani ‘Cyber Shanty’ yaitu organisasi yang bertujuan untuk mengajarkan para siswa tentang penggunaan teknologi.

Para siswa dari organisasi tersebut juga tidak memiliki Akta Kelahiran yang membuat mereka tidak memiliki identitas resmi sebagai warga negara Indonesia.

“Untuk mengatasi ini, Frederika bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengurus akta kelahiran mereka,” tuturnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved