Berita Riau

Gubernur Riau Syamsuar Kesal dan Malu Karena Banyak OPD yang Tidak Salurkan Zakatnya ke Baznas

saya sampaikan kepada pegawai ada tidak bapak dan ibu yang miskin membayar zakat, kalau ada tunjuk tangan. Tak ada satu orang pun yang tidak tangan

Gubernur Riau Syamsuar Kesal dan Malu Karena Banyak OPD yang Tidak Salurkan Zakatnya ke Baznas
ISTIMEWA
Pelantikan Syamsuar dan Edy Natar Nasution sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo Rabu 20 Februari 2019 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gubenur Riau (Gubri) Syamuar tampak kesal saat mengetahui rendahnya kesadaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau dalam mengumpulkan zakatnya melalui Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas.

Dimana, dari 40 OPD, hanya 21 OPD yang mengumpulkan zakat melalui Baznas.

"Bahkan ada satu dinas zakat dari kantornya hanya Rp 1 juta. Ini lawan kantor camat di Siak malu. Di kantor sekolah saja tidak ada yang menyetor zakat Rp 1 juta. Begitu lah lemahnya kesadaran membayar zakat di OPD kita," kata Gubri saat acara sosialisasi zakat kepada ASN di lingkungan Pemprov Riau, di Masjid Raya Annur Riau, Jumat (8/3/2019).

"Saya terapkan zakat ini di Siak tak satu orangpun yang protes. Tak ada orang mambayar zakat jadi miskin. Sebelum saya meninggalkan Siak, saya sampaikan kepada pegawai ada tidak bapak dan ibu yang miskin membayar zakat, kalau ada tunjuk tangan. Tak ada satu orang pun yang tidak tangan," ujarnya.

Baca: Banyak Jalan Rusak dan Juga Rugikan Pemerintah, Gubernur Riau Dukung Pemberantasan ODOL

Baca: Pencapaian Target Zakat Infak dan Sedekah Rumah Zakat Riau Selama Ramadan Sudah 80 Persen 

Syamsuar mengatakan, tidak ada ruginya orang membayar zakat.

Karena ini sekaligus menambahkan keimanan dan ketakwaan, serta menambah rezeki yang berkah.

"Tak hanya itu, membayar zakat sehat juga badan kita, anak kita disukseskan dari pekerjaannya. Itu juga bagian dari keberkahan," katanya.

Menurutnya membayar zakat adalah bagian dari ibadah.

Karena itu, dia berharap kesadaran membayar zakat ini bisa tumbuh di lingkungan ASN Pemprov Riau.

"Makanya saya ingin mengawali ini dengan harapan sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT," ungkapnya.

Apalagi, kata Syamsuar, sekarang ini masih banyak kaum dhuafa dan fakir miskin yang harus ditolong.

Sementara uang itu ada di kantong-kantong ASN, dan ASN tidak mau tahu dengan kondisi itu.

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

"Zakat ini tak bisa dihitung-hitung, yang jelas kalau sudah ada harus dibayar. Lebih banyak lebih bagus. Karena membayar zakat ini berkahnya sudah ada. Saya melihat di Siak banyak keberkahan, karena itu di sana banyak terkumpul zakat," kata Syamsuar. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved