Berita Riau

Kasus Dugaan Penggelapan Sawit Masyarakat Rohil, Oknum Anggota Dewan Belum Ditetapkan Tersangka

asus ini sendiri sudah sejak lama dilaporkan masyarakat Pujud yang tergabung dalam Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) ke Polda Riau.

Kasus Dugaan Penggelapan Sawit Masyarakat Rohil, Oknum Anggota Dewan Belum Ditetapkan Tersangka
tcooklaw.com
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kasus dugaan penipuan dan penggelapan hasil kebun sawit masyarakat di Kecamatan Pujud, Kabupaten Rohil dengan terlapor oknum anggota DPRD Rohul berinisial Sa, hingga kini masih berlanjut.

Bahkan gelar perkara kasus ini, dilakukan hingga ditingkat Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri beberapa waktu lalu.

Penyidik dari Ditreskrimum Polda Riau sebagai yang menangani kasus ini, turut hadir dalam gelar perkara terbuka yang digelar di Jakarta, dengan melibatkan pihak pelapor dan terlapor itu.

Hasilnya, Bareskrim Mabes Polri meminta kepada penyidik Ditreskrimum Polda Riau untuk melengkapi alat bukti.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto saat dikonfirmasi Sabtu (9/3/2019) siang, menjelaskan, dari gelar perkara itu, terlapor berinisial Sa, belum ditetapkan sebagai tersangka.

Baca: Oknum Legislator Penilap Sawit Tak Kunjung Diproses Hukum, Masyarakat Rohil Ancam Demo Besar-besaran

Baca: Sejumlah Orang di Inhu Jadi Korban Penipuan Investasi di Proyek Tol Pekanbaru-Dumai

Baca: WASPADA! Ada Fake Account Facebook Walikota Pekanbaru yang Lakukan Penipuan, Akan Dilapor ke Polisi

Baca: Penipuan Mengatasnamakan Ustaz Abdul Somad, Saya Tak Pernah Pakai Bandrol, Tipu Itu Semua

Kata Sunarto, hal ini karena penyidik masih kekurangan alat bukti untuk menjerat oknum anggota dewan Kabupaten Rohul itu.

"Belum ditetapkan tersangka. Penyidik sampai saat ini masih melengkapi alat bukti," sebut Kombes Pol Sunarto kepada Tribunpekanbaru.com.

Kasus ini sendiri sudah sejak lama dilaporkan masyarakat Pujud yang tergabung dalam Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) ke Polda Riau.

Mereka mengaku jika tak mendapatkan hak mereka atas hasil panen sawit, dengan nilai miliaran rupiah itu.

Bisnis pengelolaan hasil perkebunan sawit melibatkan Koperasi Sejahtera Bersama, PT Torganda dan Koperasi Karya Perdana yang diketuai Sariantoni.

Baca: Pohon Jeruk Petani di Kampar DISERANG HAMA JAMUR, Produksi Menurun 50 Persen dan Pohon Jeruk Mati

Baca: 5 Titik Api Terpantau di Riau Sabtu 9 Maret 2019, 4 Hotspot di Atas 70 Persen

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved