Pelalawan

Gaji Belum Dibayar Sejak Januari, Guru Honor di Pelalawan Riau Ancam Akan Aksi

Guru honor di Pelalawan berencana akan menggelar aksi demontrasi bila gaji mereka belum dibayar pemerintah.

Gaji Belum Dibayar Sejak Januari, Guru Honor di Pelalawan Riau Ancam Akan Aksi
Net
Ilustrasi 

Gaji Belum Dibayar Sejak Januari Guru Honor di Pelalawan Riau Ancam Akan Aksi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Guru honor di Pelalawan berencana akan menggelar aksi demontrasi bila gaji mereka belum dibayar pemerintah.

Para guru honor pun memberi batas waktu hingga akhir Maret ini.

"Kawan - kawan guru honor semua sudah sepakat menggelar aksi. Tapi kami mau lihat dulu sampai akhir Maret ini. Kalau enggak dibayar juga, kami baru aksi," kata ketua Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kabupaten Pelalawan M Jais, Minggu (10/3/2019).

Seperti diketahui, guru honor di Pelalawan belum menerima gaji sejak Januari lalu. Baik itu guru honor propinsi dan kabupaten Pelalawan.

Baca: Saat di Warung Pinggir Jalan, Warga Lirik Riau Ini Dicokok Polisi dan Tas Digeledah Penuh Sabu

Ada sekitar 3.000 guru honor di Pelalawan yang terdiri dari 500 guru honor propinsi dan sisanya honor Pemkab Pelalawan. Guru honor propinsi merupakan guru SMA dan sederajat sedangkan, guru honor dari Pemkab Pelalawan untuk SD dan SMP sederajat.

Gaji guru honor propinsi sebesar Rp 2.200.000 per bulan. Sedangkan honor kabupaten sebesar Rp 1.450.000.

M Jais mengatakan setiap awal tahun, memang ada keterlambatan dalam pembayaran gaji. Biasanya setiap awal tahun, pembayaran gaji sudah dilakukan di pertengahan Februari. Namun tahun ini berbeda. Sebab sudah Maret, gaji mereka tak kunjung dibayar. Sejumlah guru honor pun mulai menjerit.

"Pasti kami (guru honor) menjerit lah. Kebutuhan terus sedangkan gaji belum masuk," ujarnya.

Kondisi ini pastinya mengganggu kinerja para guru dalam mengajar anak didik di sekolah. Sebab, para guru honor harus memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Baca: Video: Link Streaming PSM Makassar Vs Persipura Piala Presiden 2019, Live Indosiar Sesaat Lagi!

Karena keadaan tersebut, terangnya, sejumlah guru melakukan pekerjaan sampingan. Diantaranya ada yang berjualan dan lainnya.

"Ada yang jualan. Pastinya cari duit di luar," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved