Karhutla Belum Ganggu Aktivitas Penerbangan di Bandara SSK II

Sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau belum sampai berdampak pada aktivitas penerbangan di bandara Sultan Syarif Kasim II.

Karhutla Belum Ganggu Aktivitas Penerbangan di Bandara SSK II
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Kabut asap mulai menyelimuti Kota Pekanbaru, Senin (4/3/2019). Kabut asap tipis yang terpantau sejak pagi tadi itu merupakan kiriman dari Kabupaten Kepulauan Meranti, yang dalam 2 hari terakhir dilanda Karhutla hebat. (Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau belum sampai berdampak pada aktivitas penerbangan di bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.

Hal ini diungkapkan Executive General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Jaya Tahoma Sirait kepada Tribun.

"Dampak Karhutla di Riau, dari data yang kami pantau belum berdampak langsung (pada penerbangan). Adapun kalau delay, itu karena kabut, bukan asap," sebutnya.

Artinya, Karhutla di Riau sejauh ini tidak sampai mengakibatkan delay atau pun cancel penerbangan.

Sementara itu katanya, visibility atau jarak pandang disaat atau hari tertentu, terutama pada pagi hari pernah kurang dari 1.000 meter.

Baca: Demo Soal Karhutla, Mahasiswa Sweeping di Kantor Gubernur Riau

Baca: Dukung Hasil Petani di Riau, Badan Karantina Pertanian Lepas Komoditi Ekspor

"Itu relatif. Dalam 10 hari terakhir hanya terjadi dua kali," paparnya.

Ditanyai jumlah penerbangan di SSK II, Jaya mengaku saat ini mengalami penurunan atau anjlok.

Terhitung dari awal tahun 2019 hingga 10 Maret 2019 ini, perkiraan penurunan penerbangan mencapai 30 persen. Lalu pesawat 28 persen.

"Sebelumnya penerbangan bisa 96 sampai 90, saat ini 70 sampai 80 saja," terang Jaya. Penurunan ini lebih dikarenakan masih tingginya harga tiket pesawat. Terutama dari kota utama di Pulau Jawa ke Pekanbaru, atau sebaliknya.

Baca: Disdik Tak Terima Laporan Masalah, USBN SMK Hari Pertama Berjalan Lancar

Baca: Perpustakaan di SMK Hasanah Pekanbaru Terakreditasi B

"Anjlok hampir ke semua destinasi. Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan," tuturnya.

Pihaknya berharap, perusahaan maskapai bisa secepatnya melakukan penyesuaikan harga tiket kembali agar mobilitas masyarakat kembali seperti semula.

"Disamping itu kita juga melakukan upaya efisiensi biaya operasi bandara. Lalu menawarkan rute-rute baru, salah satunya ke Danau Toba," ulasnya.

Dia menambahkan, pengaruh penurunan jumlah penerbangan, sudah ada 1 atau 2 tenant yang tutup.

"Karena penjualannya drastis turun seiring dengan turunnya jumlah penumpang," pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved