Bisnis

KOMODITI EKSPOR Hasil Pertanian Riau Capai Angka Rp 627 Miliar, Kelapa Sawit Masih Jadi Unggulan

Komoditi Ekspor Hasil pertanian Riau capai angka Rp 627 miliar, kelapa sawit masih jadi unggulan, namun ada juga kelapa, madu sarang walet dan lainnya

KOMODITI EKSPOR Hasil Pertanian Riau Capai Angka Rp 627 Miliar, Kelapa Sawit Masih Jadi Unggulan
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
KOMODITI EKSPOR Hasil Pertanian Riau Capai Angka Rp 627 Miliar, Kelapa Sawit Masih Jadi Unggulan 

Komoditi Ekspor Hasil Pertanian Riau Capai Angka Rp 627 Miliar, Kelapa Sawit Masih Jadi Unggulan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komoditi Ekspor Hasil pertanian Riau capai angka Rp 627 miliar, kelapa sawit masih jadi unggulan, namun ada juga kelapa, madu sarang walet dan lainnya.

Badan Karantina Pertanian dan jajaran menggelar kegiatan pelepasan Komoditi Ekspor Hasil pertanian daerah Riau ke sejumlah negara tujuan pada Senin (11/3/2019) pagi.

Kegiatan pelepasan secara simbolis dilaksanakan di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Jalan Pattimura, Pekanbaru.

Baca: MIRIS! 74 Desa di Riau Belum Dialiri LISTRIK, Ratio Elektrifikasi Terendah di Kabupaten Inhil

Baca: Warga Jalan Koridor Demonstrasi ke Kantor Bupati Pelalawan, Ini Penjelasan Pemerintah dan PT RAPP

Baca: DISKON HARI INI, Ada Cashback Rp 1 Juta di Transmart Carrefour Pekanbaru, Ada Mangkuk dan Kulkas

Gubernur Riau, Syamsuar turut hadir dan memimpin langsung kegiatan pelepasan Komoditi Ekspor Hasil pertanian secara simbolis ini.

Disebutkan Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementrian Pertanian Ali Jamil, kegiatan ini menjadi bentuk dukungan pemerintah kepada para petani di Riau, dalam rangka akselerasi eksportasi komoditas pertanian.

"Ada beberapa komoditi yang diekspos, diantaranya karet, kelapa sawit, kelapa, madu, sarang walet, dan lain-lain," ungkap dia.

Disebutkannya, dalam pengiriman ke sejumlah negara seperti Selandia Baru, Turki, Cina, dan lain-lain, juga dilengkapi dengan sertifikat kesehatan.

"Sertifikat ini mendampingi produk yang dikirim. Karena dokumen ini sesuai dengan kesepakatan perdagangan internasional," katanya.

Dia menuturkan, untuk komoditi yang belum tergarap, akan segera diupayakan untuk digarap karena memang potensinya sangat besar.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved