Tim Riau, PCCS, Terhenti di Babak 8 Besar Zona Sumatra Aqua DNC 2019 di Palembang

Langkah SSB PCSS untuk melaju ke babak semifinal dihentikan SSB PSKS Sawahlunto (Sumbar), saat bertanding di Stadion Jakabaring Palembang.

Tim Riau, PCCS, Terhenti di Babak 8 Besar Zona Sumatra Aqua DNC 2019 di Palembang
Pelatih Tim PCSS.
Tim PCSS Pekanbaru foto bersama sebelum laga babak 8 besar Aqua DNC 2019 regional Sumatra melawan PSKS Sawahlunto (Sumbar) di Palembang. PCSS kalah 3-0 di Stadion Jakabaring Palembang, Sumsel, Minggu (10/3). 

tribunpekanbaru.com - Asa tim PCSS (Pekanbaru City Soccer School) melaju ke semifinal regional Sumatra sepakbola usia dini Aqua Danone Nations Cup (DNC) 2019, akhirnya pupus. Itu setelah permainan pantang menyerah Muhammad Iqbal Yusuf dkk dihentikan tim PSKS Sawahlunto (Sumatra Barat), dengan skor telak 3-0 di Stadion Jakabaring, Palembang, Sumsel.

Meski gagal ke empat besar, prestasi tim berjuluk Black Yellow ini dianggap telah melampaui ekspektasi. Pasalnya, sejak awal tim yang berhomebase di lapangan Baterai P, Panam, Pekanbaru ini, tak terlalu dipandang karena merupakan peserta baru di Aqua DNC 2019 ini.

"Alhamdulillah sampai tembus babak 8 besar merupakan prestasi yang luar biasa bagi kami," kata pelatih PCSS Pekanbaru, Yudi Waldi, Selasa (12/3).

PCSS lolos ke regional Sumatra sebagai juara zona Pekanbaru. Di Palembang, PCSS tergabung di Grup L bersama tim Bermuda FA1 Batam, Putra Lintas Bungo, dan Nabil Putra cs.

Di regional Sumatra itu, PCSS berhasil mengejutkan lawan-lawannya. Di laga perdana kontra Bermuda FA1 Batam yang merupakan langganan tingkat regional, Miftahul Fachri tampil mempesona. Satu golnya via sepakan kaki kiri membawa PCSS mengumpukan nilai 3, sama dengan Bermuda yang di laga sebelumnya menang 2-1 atas Putra Lintas Bungo.

Pada laga penentu grup kontra Putra Lintas Bungo, PCSS yang dimotori Thoriq Ziyad tampil menggila di waktu pertandingan 1x15 menit. PCSS menang telak 4-1 dan berhak menuju babak 16 besar.

Di fase sistem gugur ini, Dispora Merah Payakumbuh sebagai juara grup K hampir jadi sandungan. Namun akhirnya PCSS menang 1-0. "Berkat kegigihan anak-anak, tiket 8 besar diraih untuk pertama kalinya di sepakbola usia dini terbesar di dunia ini," tambah Yudi.

Keikutsertaan di final regional ini menjadi pengalaman tersendiri bagi para pemain dan pelatih. Namun menurut Yudi, ada catatan penting yang harus diubah untuk tuan rumah tahun depan. Karena sistem yang terjadi saat ini dianggap menguntungkan tuan rumah Sumsel dan merugikan tim-tim asal Riau, Sumatra Barat, Kepri, dan Jambi.

Menurut Yudi, berdasarkan hasil undian yang sudah diatur tuan rumah, 24 tim asal Sumsel dipastikan melaju ke final karena tidak ada yang berlaga dengan tim Sumatra lain.

"Kita di fase grup saja sudah harus bentrok sesama SSB asal provinsi seperti Junior PTPN V vs Puti Maifat Rohul asal Riau, dan sesama tim asal Sumbar yang punya kualitas relatif seimbang di banding tim yang berlaga di lapangan I, kelompok SSB asal Sumsel. Hal seperti ini harusnya tidak boleh terjadi," kata Yudi diamini pelatih tim Puti Maifat, Muklis, dan Endra Jaya dari Junior PTPN V.

Kekecewaan juga dirasakan 8 tim wakil Sumbar. Seperti disampaikan Goval Sing, Pelatih Kota Biru Payakumbuh. "Kalau sistem seperti ini, apapun ceritanya tetap salah satu wakil tuan rumah ke final. Ini tidak fair, kejadian di Medan terjadi lagi. Saya harap hal ini tidak terulang lagi di masa depan," katanya.

Seperti diketahui, pada gelaran 2019 ini, tim PSKS berhasil juara, sementara posisi runner up diraih Primavera Palembang. Peringkat tiga diraih Kota Biru Payakumbuh. Selanjutnya Tim Elmas Kuning Palembang di peringkat keempat.

Tim juara dan runner up regional nantinya akan berlaga di tingkat nasional yang digelar Juli 2019 mendatang. (saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved