Berita Riau

90 Persen Kopi Liberika Meranti Riau Diekspor ke Malaysia, Hanya 10 Persen di Indonesia

Sebanyak 90 persen Kopi Liberika Meranti Riau ekspor ke Malaysia, hanya 10 persen terserap di Indonesia, dan peminat Kopi Liberika Meranti meningkat

90 Persen Kopi Liberika Meranti Riau Diekspor ke Malaysia, Hanya 10 Persen di Indonesia
Istimewa
Kopi Liberika merupakan salah satu komoditi unggulan dari kabupaten Kepulauan Meranti. 90 Persen Kopi Liberika Meranti Riau Diekspor ke Malaysia, Hanya 10 Persen di Indonesia 

90 Persen Kopi Liberika Meranti Riau Ekspor ke Malaysia, Hanya 10 Persen di Indonesia

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUANMERANTI - Sebanyak 90 persen Kopi Liberika Meranti Riau ekspor ke Malaysia, hanya 10 persen terserap di Indonesia, dan peminat Kopi Liberika Meranti meningkat setiap tahun.

Ketua Kelompok Indikasi Geografis (IG) Masyarakat Peduli Kopi Liberika Rangsang Meranti (MPKLRM), Abdul Hakim kepada Tribunpekanbaru.com mengatakan, penjualan Kopi Liberika Meranti sudah menembus pasar Malaysia sejak tahun 1980 silam.

Hal itu dipengaruhi letak geografis antara Kecamatan Rangsang dengan Batu Pahat, wilayah distrik negara bagian barat Johor, Malaysia yang cenderung dekat saat dilewati melalui Selat Malaka.

Baca: 7 Pelayan Warung REMANG-REMANG di Riau Diamankan Satpol PP Rokan Hulu, Pemilik Cafe Bernama Meme

Baca: PENGUMUMAN Hasil Seleksi P3K atau PPP Pekanbaru, Ini Penjelasan Kepala BKP SDM Pekanbaru

Baca: KEBAKARAN HUTAN dan Lahan di Bengkalis Berhasil Dipadamkan, Terbantu Hujan Deras yang Turun

“Ke Malaysia bisa ditempuh dengan waktu 2 jam. Cenderung lebih mudah ketimbang menuju ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru yang menghabiskan waktu hampir setengah hari perjalanan," kata Hakim Rabu (13/3/2019).

Menurut Hakim, harga beli untuk pasar Malaysia saat ini cenderung fluktuatif, namun cukup tinggi.

Terlebih para pedagang besar yang membawa Kopi Liberika ke Malaysia tidak menyortir kopi yang dipanen petani, baik buahnya yang berukuran besar, kecil atau tidak sengaja tercampur buah mentah.

“Semua diangkut mereka tanpa disortir terlebih dulu. Yang dijual ke Malaysia itu bukan standar Indikasi Geografis (IG) harganya hanya Rp 45 perkilo. Jika standar IG itu harganya bisa mencapai Rp 100 ribu," ungkap Hakim.

Lebih lanjut diungkapkan, sebanyak 90 persen Kopi Liberika Meranti ditampung pasar Malaysia, dan hanya 10 persen saja yang menembus pasar lokal.

Pada tahun 2016 lalu, ekspor Kopi Liberika Meranti ke Malaysia mencapai 71 ton dalam bentuk green bean atau setara dengan 800 ton buah segar.

Baca: 2,6 Juta Surat Suara Pemilu akan Dilipat di Pekanbaru, Ditemukan Ribuan Rusak di Pekanbaru dan Dumai

Baca: 5 Pria di Riau Ditangkap Polisi, 3 Pemuda Siak, 2 Warga Inhil karena Curi Motor Cewek Cantik

Baca: TERUNGKAP Kapal Penumpang dari Batam ke Selatpanjang Digunakan untuk Mengangkut Barang Ilegal

Halaman
123
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved