Animo Masyarakat dan Potensi Income Tinggi, PDJI Riau Wacanakan Standarisasi Profesi Disc Jockey

Kondisi ini juga berbanding lurus, dengan kebutuhan profesi DJ yang terus meningkat, seiring industri hiburan di Pekanbaru yang semakin bergeliat.

Animo Masyarakat dan Potensi Income Tinggi, PDJI Riau Wacanakan Standarisasi Profesi Disc Jockey
Tribun Pekanbaru/Hendri Gusmulyadi
Kompetisi Indonesia Disc Jockey Championship (IDJC) Wilayah Riau, beberapa waktu lalu 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tingginya minat masyarakat untuk menjadi Disc Jockey (DJ), mendorong organisasi Persatuan Disc Jockey Indonesia (PDJI) Pengurus Daerah Riau, untuk menetapkan standarisasi profesi DJ.

Langkah ini dianggap penting, menyusul profesi DJ semakin diminati, dan dianggap memiliki sumber pendapatan yang cukup menjanjikan.

Kondisi ini juga berbanding lurus, dengan kebutuhan profesi DJ yang terus meningkat, seiring industri hiburan di Pekanbaru yang semakin bergeliat.

“Kita akan bekerja sama dengan instansi terkait, untuk menetapkan standarisasi profesi DJ, dalam rangka meningkatkan kemampuan DJ yang bermutu dan professional,” ujar Ketua Harian PDJI Riau, Exwell saat berbincang bersama Tribun Pekanbaru, Rabu (13/3/2019).

Baca: Indonesia Disc Jockey Championship 2017 Ajang Cari Bakat DJ Baru

Dikatakan, rumusan standarisasi yang dimaksud, hingga kini masih digodok secara internal organisasi.

Komunikasi dengan pihak-pihak terkait juga terus dilakukan, dengan harapan profesi ini benar-benar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat umum.

“Di era milenial sekarang, DJ bukan lagi dipandang negatif oleh sebagian masyarakat, karena profesi DJ merupakan sebuah seni dan hobby, yang mana masyarakat pada umumnya juga dapat menikmati dan ikut terhibur,” katanya.

Pofesi DJ sambungnya, kini tidak hanya berada di tempat-tempat khusus hiburan malam, tapi sudah bisa ditemukan di cafe-cafe ataupun di acara atau event yang mana masyarakat umum dapat melihatnya secara langsung, tentunya dengan jenis musik (genre) yang disesuaikan.

Baca: Tujuh Pelayan Kafe Remang-remang di Rohul Terjaring Razia Satpol PP

“DJ juga dapat unjuk keahlian, skill dan prestasi di ajang kompetisi, yang mana PDJI Riau sendiri sudah pernah melakukan ajang kompetisi tingkat daerah dan telah membawa ambassador dari Riau ke tingkat nasional yang pernah di adakan di Jakarta dan Surabaya,” sambungnya.

Disebutkannya juga, hingga kini memang pelaku profesi DJ di Riau, yang tergabung dalam organisasi PDJI, baru sekitar 60-an orang DJ. Artinya masih banyak DJ yang belum tergabung. “Kita memang tidak memaksa untuk bergabung, karena secara pribadi punya hak dan pendapat masing-masing,” katanya.

Namun demikian, para DJ memiliki beberapa benefit jika tergabung dengan PDJI, di antaranya mereka menjadi terdaftar dalam sebuah organisasi resmi berdasarkan badan hukum yang di akui dan disahkan oleh pemerintah.

Kemudian para DJ juga bisa mendapatkan tambahan pengetahuan, networking, info-info teknologi terbaru seputar DJ, kegiatan-kegiatan yang dilakukan PDJI Riau dan lainnya.

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

 

“DJ yang tergabung di PDJI, juga selalu kami ingatkan untuk bersikap baik, menaruh rasa hormat, jujur, sopan terhadap semua pihak, baik dengan teman sejawat, atau pihak-pihak yang berhubungan dengan jasa hiburan yang diberikan,” sarannya. (TRIBUNPEKANBARU.COM/ HENDRI GUSMULYADI)

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved