Siak

Plt Bupati Siak Minta Petani Padi Sungai Apit Jangan Alih Fungsi Lahan

Plt Bupati Siak meminta kepada seluruh petani padi di Kecamatan Sungai Apit untuk tidak mengalih fungsi lahan sawah mereka.

Plt Bupati Siak Minta Petani Padi Sungai Apit Jangan Alih Fungsi Lahan
Humas Setdakab Siak
Plt Bupati Siak Alfedri. 

Plt Bupati Siak Minta Petani Padi Sungai Apit Jangan Alih Fungsi Lahan

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Plt Bupati Siak meminta kepada seluruh petani padi di Kecamatan Sungai Apit untuk tidak mengalih fungsi lahan sawah mereka.

Karena pihanya menginginkan komoditas padi di Sungai Apit membantu swasembada beras di Kabupaten Siak.

"Pada periode panen awal tahun 2019 kami sangat bangga, karena hasil panen sesuai dengan hasil tanam. Karena itu kami minta kepada seluruh petani padi jangan beralih ke sawit," kata Alfedri, Rabu (13/3).

Alfedri berjanji akan membantu petani padi dengan sarat serius dan tanpa alih fungsi. Bantuan bisa berupa pupuk, bibit dan irigasi air.

Bahkan Alfedri menyebut potensi sawah di Sungai Apit melebihi potensi di Bungaraya yang telah lebih dahulu berhasil.

"Petani Siak terus meningkatkan kualitas produksinya, saat ini padi Bungaraya sudah menjadi yang terbaik di Provinsi Riau. Sudah banyak yang belajar kesana. Tinggal kita kembangkan lagi di Sungai Apit," terangnya.

Keberhasilan petani Bungaraya, kata dia hendaknya menjadi motivasi bagi petani yang ada di Sungai Apit, sehingga semua petani yang ada di Kabupaten Siak sama-sama berhasil.

Ia menerangkan, saat ini ada 67 ha lahan sawah yang sudah memasuki masa tanam kedua. Pada Mei 2019 diprediksi akan ada panen raya.

Adapun kendala petani padi di Sungai Apit hanyalah masalah akses ke tengah sawah dan aliran air atau irigasi.

Alfedri sudah mencatat kendala itu untuk dilaksanakan dinas terkait pada tahun ini.

Camat Sungai Apit Wahyudi menambahkan, perhatian Pemerintah Daerah juga berperan dalam kesuksesan petani yang ada di Kecamatan Sungai Apit.Meskipun terhitung baru kata dia, sawah di Kecamatan Sungai Apit ini sudah menghasilkan 5-6 ton beras dari varietas padi organik per hektare.

Berbeda dengan padi yang berada di Bungaraya dan Sabak Auh yang memakai pupuk kimia.

"Sebagai perpanjangan tangan Pak Bupati di Sungai Apit tentu saja kami akan mendukung para petani ini dan mengup date informasinya. Karena saya juga ingin para petani padi di sungai apit sejahtera sehingga tidak tergoda lagi untuk balik ke sawit," kata dia. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved