Sidang Dugaan Penghinaan UAS Kembali Ditunda. Terdakwa tak Hadir

Sidang lanjutan kasus penghinaan di media sosial (Medsos) dengan korban Ustaz Abdul Somad (UAS), urung digelar Rabu (13/3/2019).

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Sidang lanjutan kasus penghinaan di media sosial (Medsos) dengan korban Ustaz Abdul Somad (UAS), urung digelar Rabu (13/3/2019).

Dalam kasus ini, terdakwanya adalah pria bernama Joni Boy alias Jony Boyok. Ia tak hadir dalam persidangan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Syafril Dahlan mengatakan jika petugas telah berupaya menjemput terdakwa, hanya saja ia dalam kondisi sakit.

"Polisi langsung yang menjemput ke rumahnya (Joni Boy). Ternyata dia sakit, sempat muntah-muntah di depan polisi. Sidang ditunda," ucap Syafril.

Di sisi lain, UAS sudah datang ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Kehadirannya tak berlangsung lama karena sidang ditunda.
"Tadi beliau (UAS) datang, tapi terdakwa tidak datang," ujar Syafril.

Syafril belum bisa memastikan kapan agenda persidangan selanjutnya.

Dia memaparkan, terkait ini dirinya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan majelis hakim yang diketuai Astriwati terkait penjadwalan sidang kembali.

"Saya komunikasikan lagi dengan hakim," ucap Syafril.

Untuk diketahui, sidang penghinaan terhadap UAS baru digelar satu kali pada 7 Februari 2019 lalu, dengan agenda pembacaan dakwaan.

Setelah itu, secara berturut-turut sidang ditunda karena UAS sebagai saksi korban berhalangan hadir di persidangan.

Lantaran agenda UAS untuk memberikan ceramah sangat padat dan sudah tersusun sejak lama. Tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri.

Majelis hakim menyebutkan sebagai korban, UAS harus dimintai keterangan terlebih dahulu, baru bisa dilanjutkan dengan saksi-saksi lainnya.

Diberitakan sebelumnya, Joni Boy memposting tulisan dengan kata-kata kasar yang ditujukan terhadap UAS di akun Facebook miliknya, Jony Boyok, pada 2 September 2018 lalu.

Terdakwa diancam pidana dalam Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.(*)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved