Umumnya Dibawa Kapal dari Batam, Barang Ilegal Dimusnahkan di Selatpanjang

Barang-barang tersebut hasil tegahan Bea Cukai selama 2017 sampai 2018. Mayoritas dibawa kapal dari Batam.

Umumnya Dibawa Kapal dari Batam, Barang Ilegal Dimusnahkan di Selatpanjang
Tribun Pekanbaru/Teddy Yohannes Tarigan
Kepala Kantor KPBBC Tipe Madya Pabean Tipe C Bengkalis, M Munif, bersama Wabup Meranti Said Hasyim dan perwakilan Polres serta Kejari Meranti, memusnahkan barang-barang hasil tegahan, Rabu (13/3) di kantor Bea Cukai Selatpanjang. 

tribunpekanbaru.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis, memusnahkan sejumlah barang sitaan pada Rabu (13/3). Semua barang yang dimusnahkan itu, ternyata dibawa menggunakan kapal penumpang dari Batam.

Hal ini disampaikan Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkalis, Mochammad Munif, usai pemusnahan terhadap barang hasil penindakan di Kantor Bea Cukai Selatpanjang. Penindakan itu dilakukan dalam kurun 2017 sampai 2018.

Munif menerangkan, kapal-kapal penumpang yang seharusnya mengangkut orang ternyata digunakan sebagai pengangkut barang-barang ilegal. "Untuk kasus minuman dan rokok merupakan dari penegahan dari Batam. Selain dari pelimpahan dari BPOM," kata Munif.

Sedangkan alat elektronik, minuman, dan rokok, merupakan hasil penindakan dari pelabuhan Tanjung Harapan di Selatpanjang, Kepulauan Meranti. "Semua dari Tanjung Harapan, semua diangkut kapal-kapal dari Batam," ujarnya.

Munif menambahkan, kapal-kapal yang mengangkut barang ilegal tersebut merupakan kapal penumpang. "Namun faktanya mereka malah mengangkut barang, tanpa penumpang," tuturnya lagi.

Dari hasil penelusuran Bea dan Cukai, barang di kapal pengangkut tersebut dibawa oleh kuli. "Tidak ada pemilik, yang ngangkut kuli-kuli itu," ujarnya sambil mengakui belum mengetahui pasti siapa pemilik barang-barang tersebut

"Kami sudah minta keterangan pemilik kapal, sampai saat ini kita masih pengembangan," tambahnya.

Disebutkan, kapal-kapal penumpang dari Batam rata-rata membawa barang tanpa penumpang. Beberapa pemilik kapal, saat ini sudah masuk catatan Bea Cukai karena terindikasi terlibat pengiriman barang-barang ilegal dari Batam. (ted)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved