Pekanbaru

Bulan April 2019, Unilak Akan Wisuda 768 Mahasiswa

Universitas Lancang Kuning (Unilak) akan menggelar wisuda sarjana ke 58 dan Pascasarjana ke 8 pada bulan April 2019 mendatang.

Bulan April 2019, Unilak Akan Wisuda 768 Mahasiswa
Istimewa
Wakil Rektor I Bidang Kemahasiswaan Dr.Junaidi (tengah) memimpin rapat pelaksanaan wisuda di Aula Unilak Pekanbaru belum lama ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Universitas Lancang Kuning (Unilak) akan menggelar wisuda sarjana ke 58 dan Pascasarjana ke 8 pada bulan April 2019 mendatang.

Untuk menyukseskan pelaksanaan wisuda ini, Unilak menggelar rapat panitia di aula lantai 3 Gedung Rektorat Unilak Pekanbaru, Selasa (12/3/2018) lalu, rapat langsung di pimpin oleh Wakil Rektor I Bidang Kemahasiswaan Dr.Junaidi, dihadiri Wakil Rektor II Erminasari STP MSc, Wakil Rektor III Dr Eddy Asnawi, jajaran wakil dekan III, kepala biro, kepala bidang dan pegawai di lingkungan Unilak.

Dr.Junaidi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa rapat koordinasi dan evaluasi panitia dilakukan demi kelancaran acara wisuda.

Baca: Facebook dan Instagram Down, WhatsApp Juga Ikut Error, Tak Bisa Kirim Gambar

"Kita mendengar masukan- masukan dan usulan dari masing-masing koordinator agar acara wisuda berjalan sukses dan tidak ada kekurangan, waktu dan tempat pelaksanaan masih tentatif namun tetap dilaksanakan bulan April," sebut Junaidi.

Wisuda akan diikuti oleh lebih dari 768 wisudawan, dengan rincian fakultas kehutanan 13 orang, fakultas ilmu administrasi 90, Fekon 202, fakultas teknik 33, fakultas pertanian 36, fakultas hukum 50, FIB 104, Fasilkom 69 FKIP 93, magister manajemen 30, dan magister hukum 48 orang.

Baca: Jadwal Swiss Open 2019, 2 Laga Derbi Merah Putih Tersaji di Babak Kedua (VIDEO)

Junaidi menambahkan, Unilak telah mengirimkan data dan persyaratan wisudawan ke LL2DIKTI untuk dilakukan verifikasi dan validasi data yang telah diajukan sehingga dalam waktu dekat selesai dan sesuai jadwal.

"Yang terpenting juga adalah para mahasiswa Unilak yang diwisuda ijazahnya telah terdaftar dalam penomoran ijazah nasional (PIN) dan ini telah dilakukan sejak tahun lalu, penomoran ijazah nasional ini merupakan kebijakan Dikti, manfaatnya adalah ijazah yang telah memiliki PIN telah diakui keabsahan dan legalitas dan terhindar dari ijazah palsu," tutup Junaidi. (Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: TheoRizky
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved