Berita Riau

KPU Kampar Riau Bantah Potong Upah Petugas Pelipat Surat Suara

Sebelum dimulai pelipatan, sebenarnya KPU Kampar telah memberitahukan jika upah melipat surat suara per lembarnya hanya Rp 75.

KPU Kampar Riau Bantah Potong Upah Petugas Pelipat Surat Suara
Tribun Pekanbaru
Rapat Pleno KPU Kampar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Komisioner KPU Kampar, Andi Putra membantah penyebab ricuhnya tenaga pelipatan surat suara lantaran upah mereka dipotong.

Andi Putra menjelaskan, para tenaga pelipat protes lantaran mereka menuntut upah mereka dinaikkan.

"Mereka protes tadi, setengah hari mereka pulang setelah hak mereka kami bayar kan. Sebenarnya mereka kerja bukan sistem harian, namun borongan. Surat suara yang telah dilipat kami hargai Rp75 per lembarnya, mereka tuntut lebih dari itu. Kami tidak sanggup, upah itu kan sudah sesuai RKA," ujar Andi Putra, Kamis (14/3/2019).

Sebelum dimulai pelipatan, sebenarnya KPU Kampar telah memberitahukan jika upah melipat surat suara per lembarnya hanya Rp 75.

Meski demikian banyak warga yang berbondong-bondong datang ke KPU untuk meminta dilibatkan.

Baca: Pastikan Tidak Ada Titik Api, Personel Satgas Karhutla di Kepulauan Meranti Riau Ditarik dari Lokasi

Baca: KPU Bengkalis Riau Gelar Sosialisasi Pemilu di Rupat Jelang Pelaksanaan Pemilu April 2019

"Surat suaranya baru tiba, masih dalam kontainer, warga sudah datang berbondong-bondong. Mereka minta dilibatkan untuk melipat surat suara, kami juga tak tau dari mana informasi ini mereka dapatkan, sampai segitu banyak yang datang," ujar Andi Putra.

Namun pihaknya tak menyangka jika sebagian dari mereka akhirnya protes ingin menaikkan upah lipat surat suara.

"Dilema bagi kami, jika tidak diakomodir nanti marah, diakomodir malah seperti ini. Untuk menampungnya, kami harus mengunakan dia lokasi pelipatan," ujar Andi.

Kendati sempat diwarnai dengan aksi protes, Andi mengatakan tidak mengganggu proses pelipatan.

Warga yang menuntut upah dinaikkan kata Andi, dipastikan tidak akan ikut pada hari-hari berikutnya.

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

"Kami tidak memaksa mereka, jika tidak sanggup silahkan mundur," ujarnya. (TRIBUNPEKANBARU.COM/Guruh Budi Wibowo)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved