Kepulauan Meranti

Tingkatkan Pemasaran Sagu, KUKM di Meranti Riau Diharapkan Bermitra dengan Usaha Menengah dan Besar

Sosialisasi Kemitraan Strategis Rantai Nilai/Pasok Komoditas Sagu antara KUKM dengan usaha Besar di Kabupaten Kepulauan Meranti

Tingkatkan Pemasaran Sagu, KUKM di Meranti Riau Diharapkan Bermitra dengan Usaha Menengah dan Besar
Tribun Pekanbaru/Teddy Yohannes Tarigan
Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI menggelar Sosialisasi Kemitraan Strategis Rantai Nilai/Pasok Komoditas Sagu antara KUKM dengan usaha Besar di Kabupaten Kepulauan Meranti tepatnya di Hotel Grand Meranti, Selatpanjang, Kamis (14/3/2019). 

Tingkatkan Pemasaran Sagu, KUKM di Meranti Riau Diharapkan Bermitra dengan Usaha Menengah dan Besar

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI menggelar Sosialisasi Kemitraan Strategis Rantai Nilai/Pasok Komoditas Sagu antara KUKM dengan usaha Besar di Kabupaten Kepulauan Meranti tepatnya di Hotel Grand Meranti, Selatpanjang, Kamis (14/3/2019).

Hadir dalam kegiatan ini puluhan peserta dari pengusaha mikro, kecil, menengah, dan besar yang ada di Kepulauan Meranti. Hadir pula Asisten II Setdakab Kepulauan Meranti Said Asmaruddin, Kepala Disperindagkop UMKM Kepulauan Meranti Azza Fahroni, Perwakilan PT. NSP dan PT. Timah.

Wardoyo Sekretaris Deputi bidang Restrukturisasi Usaha Asdep Pengembangan dan Penguatan Usaha Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan karena melihat sagu sebagai potensi yang bernilai ekonomi bagi masyarakat pengusaha mikro dan kecil untuk dikembangkan.

"Diversifikasi berbagai produk pertanian atau sagu ini lebih terbuka ke pasar yang lebih luas tidak hanya di pasar domestik tapi juga pasar luar negeri," ujarnya.

Baca: BJ Habibie Puji Mie Sagu Riau Olahan Makanan Khas Bumi Lancang Kuning

Dirinya menilai kurangnya strategis pemasaran Sagu sebagai Pati serbaguna dan pengembangan segmentasi pasar tertentu yang dikembangkan oleh Usaha mikro dan Kecil menjadi tantangan dalam pengembangan agroindustri sagu.

Pola kemitraan ini dilakukan sebagai salah satu pilihan yang perlu dikembangkan agar UMKM produsen sagu memperoleh mitra usaha yang dapat menolong dan bekerjasama untuk meningkatkan usahanya mulai dari produksi, pemasaran dan sampai di tangan konsumen.

"Oleh sebab itu UMK yang ada di Kepulauan Meranti yang memiliki produk unggulan Sagu perlu kita dorong agar supaya bisa bermitra dengan usaha besar maupun usaha menengah," ujarnya.

Usaha jumlah 80 ribu hingga 90 ribu ton jumlah produksi sagu kepulauan Meranti banyak dikirim ke Cirebon dan Malaysia sebagai bahan baku industri Sohut, sedangkan sagu basah diekspor ke kilang sagu yang ada di batu Pahat, Malaysia.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved