Berita Riau

Warga MISKIN di Kepulauan Meranti akan Terima Rp 110.000 Per Bulan, Hanya Bisa Belanja di e-Warung

Warga kurang mampu atau warga miskin di Kepulauan Meranti akan terima Rp 110.000 per bulan mulai bulan Mei 2019, tapi hanya bisa belanja di e-Warung

Warga MISKIN di Kepulauan Meranti akan Terima Rp 110.000 Per Bulan, Hanya Bisa Belanja di e-Warung
Kolase Tribun Pekanbaru/Internet
Warga MISKIN di Kepulauan Meranti akan Terima Rp 110.000 Per Bulan, Hanya Bisa Belanja di e-Warung 

Warga MISKIN di Kepulauan Meranti akan Terima Rp 110.000 Per Bulan, Hanya Bisa Belanja di e-Warung

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Warga kurang mampu atau warga miskin di Kepulauan Meranti akan terima Rp 110.000 per bulan mulai bulan Mei 2019, tapi hanya bisa belanja di e-Warung.

Warga kurang mampu tidak akan lagi menerima beras sejahtera (Rastra), sebagai gantinya mereka menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT).

Mereka akan menerima uang tunai dalam bentuk Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebesar Rp 110.000.

Baca: Pelipatan SURAT SUARA Pemilu 2019 di Kampar RICUH, Pekerja Minta Tambah Upah, Pelipatan Dihentikan

Baca: TERINSPIRASI Pramoedya Ananta Toer, Pemuda Riau Bernama Rafi Tulis 9 Buku, Temui Plt Bupati Siak

Baca: KISAH Cewek Cantik Berdarah MINANG Merantau di Pekanbaru, Kampanye Kebersihan dan DUTA Kampung Iklim

Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kepulauan Meranti, Misri Hasanto mengatakan, pada bulan Mei mendatang, keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima transfer uang sejumlah Rp 110.000 per bulan yang harus dibelanjakan untuk dua jenis barang yaitu beras dan telur.

"Nantinya KPM tidak lagi menerima beras, namun mereka menerima uangnya ditransfer ke dalam Kartu Keluarga Sejahtera. Nantinya uang itu hanya dibolehkan untuk membeli dua jenis barang saja yakni beras dan telur," kata Misri pada Kamis (14/3/2019).

Untuk mengawasi penyalurannya, setiap desa akan dibentuk e-Warung, dimana uang di dalam kartu tersebut hanya bisa dibelanjakan di tempat tersebut.

"Setiap KPM hanya bisa membelanjakan uang tersebut di e-Warung yang ada di desa yang nantinya akan dibentuk oleh Bank yang bermitra dengan kita. Setiap 250 KPM akan dibentuk satu e warung bahkan bisa lebih," ujar Misri.

Lebih jauh diungkapkan pengalihan program tersebut bertujuan untuk mewujudkan 6T dalam menyalurkan bantuan.

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Peduli Kebersihan dan Lingkungan, Terpilih Jadi DUTA ASRI

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Riau Jadi Duta Ekonomi Syariah, Cerita Soal Bank Konvensional dan Syariah

Baca: CEWEK CANTIK Pekanbaru Kampanye Stop Bullying pada Anak, Miris Melihat Kasus Bullying di Sekolah

6T yang dimaksud ialah Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Waktu, Tepat Kualitas, Tepat Harga, dan Tepat Administrasi.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved