Berita Riau

Anak Korban Penganiayaan Sadis Pengasuhnya di Pekanbaru Alami Trauma Psikis Berat

Dia mengalami gangguan emosional berat, kita rujuk ke RSJ agar mendapat penanganan intensif. Dengan pemberian terapi

Anak Korban Penganiayaan Sadis Pengasuhnya di Pekanbaru Alami Trauma Psikis Berat
Tribunpekanbaru/RizkyArmanda
Bocah laki-laki berinisial R (11) tampak kondisinya berangsur membaik saat dikunjungi Tribun di ruang perawatan khusus di RS Bhayangkara Polda Riau, Rabu (6/3/2019) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Anak laki-laki berinisial R (11) yang merupakan korban penganiayaan sadis pengasuhnya, lelaki berinisial JH alias Irwan (20), disebut mengalami trauma sikologi berat.

Kompol Supriyanto selaku Kasubbid Yanmed Dokkes RS Bhayangkara Polda Riau mengatakan, sejak Selasa sore lalu, dari RS Bhayangkara Polda Riau, korban sudah dirujuk ke RSJ Tampan, Pekanbaru.

Sebelumnya, R menjalani proses penanganan medis dan dirawat di ruang khusus RS Bhayangkara Polda Riau.

Guna pemulihan sejumlah luka bekas kekerasan tumpul dan luka bakar akibat penganiayaan, yang hampir memenuhi sekujur tubuhnya.

"Kalau secara fisik tidak ada lagi masalah, semua dokter spesialis menyarankan sudah boleh rawat jalan. Itu secara fisik, tapi kalau psikis mengalami trauma berat," katanya, Jumat (15/3/2019).

Baca: Bocah Korban Kekerasan di Pekanbaru Jalani Pemulihan Psikis

Baca: TERUNGKAP Alasan Pelaku Penyiksa Anak 11 Tahun di Pekanbaru dari Pengakuan JH kepada Polisi

Lanjut Supriyanto, dirinya tidak bisa memastikan apakah itu karena bawaan, atau memang akibat kekerasan yang dialaminya selama ini.

"Dia mengalami gangguan emosional berat, kita rujuk ke RSJ agar mendapat penanganan intensif. Dengan pemberian terapi," ujar Supriyanto.

Lebih jauh dia menerangkan, setelah dari sana, pada Rabu sore, R sudah dipindahkan ke Balai Rehabilitasi Sosial Anak milik Kementrian Sosial yang ada di Rumbai.

R hanya akan kembali ke RSJ, untuk kepentingan kontrol. Seminggu atau sebulan sekali.

"Karena kalau kita (di RS Bhayangkara) fokusnya untuk terapi yang sifatnya klinis, bukan orientasi psikis. Jadi harus di tempat khusus. Mungkin di sana banyak mainannya, temannya, situasi juga kondusif," bebernya.

Baca: Penyiksaan Keji Pada Anak 11 Tahun di Pekanbaru, Pelaku Rekam Penganiayaan Sadisnya Pakai HP

Baca: 7 Fakta R Anak 11 Tahun di Pekanbaru Dianiaya Pengasuh,Ditempeli Sendok Panas,Makan Nasi Pakai Garam

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved