Berita Riau

Diimingi Lulus Seleksi PPPK, Sejumlah Guru Diminta Duit. Ada yang Sudah Transfer

Sejumlah guru jadi korban penipuan seseorang yang mengaku bisa meluluskan dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Pemprov

Diimingi Lulus Seleksi PPPK, Sejumlah Guru Diminta Duit. Ada yang Sudah Transfer
foto/net
ilustrasi seleksi PPPK 2019 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memakan korban.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprov Riau menerima laporan ada pihak yang menipu sejumlah orang dengan iming-iming bisa meluluskan jadi PPPK.

Kepala BKD Riau, Ikhwan Ridwan, Jumat (15/3/2019) mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan dari sejumlah guru Tidak Tetap (PTT) di Riau yang menjadi korban penipuan dengan alasan bisa meluluskan jadi PPPK.

Pelaku meminta uang kepada korban dengan mengatasnamakan perintah Kepala BKD Riau.

Pelaku berkomunikasi dengan korbannya menggunakan telepon melalui nomor yang ia dapat dari kepala sekolah.

Baca: Jembatan Siak IV Dibuka Mulai 19 Maret

Baca: Tak Berizin, Satpol PP Inhu Hentikan Pembangunan Papan Iklan

"Iya, kemarin beberapa orang guru di Pekanbaru telepon dan melapor ke saya, katanya ada orang dari BKD bisa meluluskan mereka jadi PPPK. Karena saya tak ada merasa memerintahkan hal itu, saya minta guru datang ke kantor memberikan keterangan," kata Ridwan seraya menegaskan, bahwa penerimaan PPPK tidak dipungut biaya.

"Saya tegaskan, bahwa kami tidak ada menerima pungutan dalam bentuk apapun dalam penerimaan PPPK. Jadi jangan percaya kalau ada oknum yang menjanjikan bisa meluluskan,"imbuhnya.

Ridwan tidak menjelaskan secara rinci berapa orang yang sudah menjadi korban penipuan dengan modus bisa meluluskan PPPK ini.

Baca: Tanggapi Aspirasi Mahasiswanya, Rektor UIN Suska Mengaku Tak Berwenang Revisi UKT

Namun pihaknya memastikan sudah ada beberapa korban yang mentransfer ke rekening pelaku.

"Yang melapor ke kita itu kalau tidak salah ada empat orang. Tapi yang mengaku sudah mentransfer itu baru satu orang. Katanya pertama ditransfer Rp4 juta. Kemudian pelaku minta uang tambahan lagi Rp5 juta dengan alasan untuk mengirim berkas administrasi korban ke pusat agar segera diproses kelulusan PPPK-nya," ungkap Ridwan.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved