Plt Bupati Siak: Madu Kelulut Jadi Mata Pencaharian Baru Warga Siak Riau

Plt Bupati Siak, Alfredri memimpin panen Madu Kelulut, di Kampung Lalang, Kecamatan Sungai Apit, Siak pada Jumat (15/3/2019).

Plt Bupati Siak: Madu Kelulut Jadi Mata Pencaharian Baru Warga Siak Riau
Istimewa
Plt Bupati Siak, Alfredri memimpin panen Madu Kelulut, di Kampung Lalang, Kecamatan Sungai Apit, Siak pada Jumat (15/3/2019). 

Plt Bupati Siak: Madu Kelulut Jadi Mata Pencaharian Baru Warga Siak Riau

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Plt Bupati Siak, Alfredri memimpin panen Madu Kelulut, di Kampung Lalang, Kecamatan Sungai Apit, Siak pada Jumat (15/3/2019).

Plt Bupati mengatakan madu kelulut ini bisa menjadi mata pencaharian baru bagi masyarakat Siak. Sebab, harga madu kelulut ini bisa mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu.

"Selain menjadi mata pencaharian baru, juga bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat," tuturnya.

Baca: MAHASISWI Cantik Berdarah MINANG Merantau di Pekanbaru, Ini Kisahnya hingga Sampai ke Singapura

Ia juga apresiasi dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang telah memberikan pendampingan kepada Juanda, Chandra dan Yulia seorang petani Kelulut di sana.

"Saya mendapatkan informasi jika RAPP memberikan dukungan langsung kepada Juanda, Chandra dan Yulia warga Siak ke Malaysia untuk belajar bagaimana beternak madu kelulut. Semoga apa yang dilakukan Juanda menular kepada masyarakat lain," katanya.

Plt Bupati Siak, Alfredri memimpin panen Madu Kelulut, di Kampung Lalang, Kecamatan Sungai Apit, Siak pada Jumat (15/3/2019).
Plt Bupati Siak, Alfredri memimpin panen Madu Kelulut, di Kampung Lalang, Kecamatan Sungai Apit, Siak pada Jumat (15/3/2019). (Istimewa)

Junada mengaku beternak madu kelulut susah-susah gampang. Ia mengaku tidak sedikit kegagalan dalam beternak hewan ini. Namun, ia tidak menyerah begitu saja.

"Kami dibawa RAPP ke Selangor, Malaysia untuk belajar bagaimana beternak madu. Apa yang saya pelajari saya praktekkan di Kampung. Alhamdulillah panen saat ini mencapai 800 liter," terangnya.

Baca: RAPP Bangun Musholla untuk Desa Sotol

Manajer Stakeholder Relation RAPP wilayah Siak, Syamsuriya M Hasyim mengatakan ini merupakan program Community Development RAPP untuk masyarakat yang bertujuan meningkatkan ekonomi warga di sekitar daerah operasional.

"Program ini sudah dilakukan sejak Juni 2017. Program ini sudah menunjukan dampak positif bagi para petani dengan panen ini," tuturnya. (rls).

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved