Berita Riau

Tokoh Lintas Agama Riau Gelar Deklarasi Larangan Tempat Ibadah Dijadikan Politik Praktis

Ribuan orang yang tergabung dalam tokoh lintas agama provinsi Riau, menggelar deklarasi larangan rumah ibadah dijadikan tempat politik praktis.

Tokoh Lintas Agama Riau Gelar Deklarasi Larangan Tempat Ibadah Dijadikan Politik Praktis
Istimewa
Perwakilan tokoh lintas agama membacakan deklarasi diikuti 3500 orang yang hadir 

Tokoh Lintas Agama Riau Gelar Deklarasi Larangan Tempat Ibadah Dijadikan Politik Praktis

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ribuan orang yang tergabung dalam tokoh lintas agama provinsi Riau, menggelar deklarasi larangan rumah ibadah dijadikan tempat politik praktis.

Kegiatan tersebut difasilitasi kerjasama Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) provinsi Riau dengan Kementrian Agama Provinsi Riau.

Ketua PWNU Riau, T Rusli Ahmad mengatakan bahwa deklarasi tersebut untuk menegaskan dan menyampaikan agar rumah ibadah yang ada pada tiap tiap agama jangan dijadikan tempat untuk menggelar politik praktis.

"Karena hari ini, saat ini disinyalir beberapa rumah ibadah sudah ada khatib, ustaz, dai, pendeta, pastor, biksu, dan itu sudah menggunakan rumah ibadah untuk kepentingan politik praktis," kata Rusli Ahmad, Jumat (15/3/2019).

Baca: Streaming Hasil Drawing Perempat Final Liga Champions 2019, Juve, MU, Barcelona dan Man City [VIDEO]

Ia menambahkan, rumah ibadah sejatinya adalah tempat pembinaan umat, bukan untuk memprovokasi umat yang pada akhirnya menimbulkan keresahan perpecahan dan merusak hubungan kerukunan beragama.

Sementara Kakanwil Agama provinsi Riau, Drs H Mahyudin MA mengatakan, bahwa deklarsi tersebut diikuti oleh tokoh serta ormas listas agama, yakni PWNU, MUI, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Perwakilan Umat Budha Indonesia (Wallubi), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Kakanwil Kemenag mengatakan, di provinsi Riau kerukunan umat beragama sudah terbangun baik, untuk itu ia mengimbai jangan karena tahun politik akan menimbulkan pecahnya rasa persaudaraan yang sudah terjalin baik.

"Maka melalui deklarasi ini, kita mengimbau tokoh lintas agama untuk memberikan kesejukan dan kedamaian di rumah ibadah masing masing," katanya.

Ada empat poin penting yang dibacakan oleh para tokoh lintas agama dalam deklarasi tersebut. Pertama, mempertahankan fungsi rumah ibadah sebagai tempat ibadah, membina dan mencerdaskan umat, memfilter dari paham radikal dan intoleransi, serta bebas dari politik praktis.

Kedua, mewujudkan seluruh kegiatan keagamaan dirumah ibadah dengan dilandasi nilai nilai ajaran agama, aklahul karimah, nilai pancasila dan UUD 1945.

Baca: Jadwal Pemadaman Listrik Hari Ini Jumat 15 Maret 2019 di Wilayah Rayon Kuala Enok Riau

Ketiga, membina pengurus rumah ibadah, penyiar agama untuk menjadikan rumah ibadah dari tempat memcaci, menghujat, memecah belas persatuan agama.

Terkahir, menjadikan rumah ibadah sebagai wadah pemersatu umat, penebar hidup rukun dan damai sesuai dengan ajaran agama masing masing dalam bingkai NKRI. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved