Pekanbaru

Besok Jembatan Siak IV Dibuka Gubernur Riau untuk Umum, Kendaraan Bisa Lewat Dua Arus

Gubernur Riau Syamsuar dijadwalan meresmikan dibukanya Jembatan Siak IV resmi untuk umum, Senin (18/3/2019).

Besok Jembatan Siak IV Dibuka Gubernur Riau untuk Umum, Kendaraan Bisa Lewat Dua Arus
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Suasana Jembatan Siak IV, Kamis (15/3/2019). Jembatan yang diberi nama Marhum Bukit tersebut sudah dinyatakan layak dioperasikan berdasarkan rapat pleno Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) di Jakarta beberapa waktu lalu. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) 

Besok Jembatan Siak IV Dibuka Gubernur Riau untuk Umum, Kendaraan Bisa Lewat Dua Arus 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Jembatan Siak IV yang diberinama Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit resmi dibuka dan dilewati untuk umum, Senin (18/3/2019).

Keputusan tersebut didapatkan berdasarkan hasil rapat bersama dengan Forum Lalulintas Arus Jalan (LLAJ) dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Riau. 

"Iya, benar, Senin (18/3) besok jembatan siak IV sudah bisa dilewati masyarakat umum," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, M. Taufik OH, Minggu (17/3/2019).

Baca: JADWAL Pembukaan Jembatan Siak IV Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah untuk Umum, Ini Kata Dinas PUPR

Para pengendara melewati jalan akses menuju Jembatan Siak IV di Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Jumat (15/2/2019).
Para pengendara melewati jalan akses menuju Jembatan Siak IV di Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Jumat (15/2/2019). (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

"Rencananya setelah pelantikan Bupati Siak di Gedung Daerah, nanti Pak Gubenur akan langsung menuju ke Jembatan Siak IV untuk membuka secara resmi dioperasikannya jembatan itu," imbuhnya.

Pihaknya sudah mensiagakan sejumlah personil di sejumlah titik agar masyarakat mengetahui bahwa jembatan siak IV sudah bisa dilewati. Selain itu, pihaknya juga sudah memasang rambu-rambu lalulintas yang ada disekitar lokasi jembatan.

Taufik mengungkapkan, berbeda dengan jembatan leigton dan jembatan Siak III yang hanya satu arus. Untuk jembatan Siak IV akan dibuka dua arus.

"Dua arus, bisa dari rumbai ke kota, atau sebaliknya, dari kota ke arah rumbai juga bisa. Kendaraan roda dua dan empat bisa lewat," ujarnnya.

Baca: FOTO: Jembatan Siak IV dalam Waktu Dekat Ini akan Difungsikan



Dengan dioperasikan jembatan siak IV maka diharapkan bisa mengurangi kemacetan di Pekanbaru menuju ke Rumbai. Untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan di atas jembatan siak IV pihaknya melarangan pengendara untuk berhenti dan berswa foto atau selfie di atas Jembatan Siak IV.

"Itu tidak boleh (berhenti diatas jembatan) menurut aturannya. Makanya nanti di jembatan itu akan kita pasang rambu larangan berhenti," kata Taufik OH.

Larangan berhenti dan ber-swa foto diatas jembatan ini mencuat menyusul banyaknya warga yang menjadikan jembatan ini sebagai objek foto. Sebab dengan berdiri diatas jembatan siak IV terlihat pemandangan yang indah.

Mulai dari hamparan gedung-gedung bertingkat, hingga baground jembatan Siak III berbentuk melengkung setengah lingkaran yang berada di sebelah barat tidak jauh dari Jembatan Siak IV. Ditambah lagi konstruksi jembatan Siak IV yang dirancang menarik sehingga terlihat indah untuk berswa foto.

Taufik mengungkapkan, jika kendaraan berhenti di atas jembatan akan membahayakan kepada pemilik kendaraan dan kendaraan lainnya yang melintasi jembatan.

"Apalagi di jembatan itu kecepatan kendaraan relatif tinggi. Jadi harus dilarang dan tidak boleh berhenti di jembatan demi keselamatan," ujarnya.

Baca: Penggunaan Jembatan Siak IV Tunggu Sertifikat dari Kementerian PU

Suasana Jembatan Siak IV, Kamis (15/3/2019). Jembatan yang diberi nama Marhum Bukit tersebut sudah dinyatakan layak dioperasikan berdasarkan rapat pleno Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) di Jakarta beberapa waktu lalu. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY)
Suasana Jembatan Siak IV, Kamis (15/3/2019). Jembatan yang diberi nama Marhum Bukit tersebut sudah dinyatakan layak dioperasikan berdasarkan rapat pleno Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) di Jakarta beberapa waktu lalu. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

Seperti diketahui, jembatan Siak IV resmi mendapatkan sertifikat layak dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU), Jumat (15/3/2019). Sertifikat layak jembatan Siak IV dijemput langsung oleh perwakilan dari Dinas PUPR Rau, Maisar Damri sebagai pengendali Jembatan Siak IV.

Maisar berangkat ke Jakarta sejak Selasa (12/3/2019) kemarin untuk menjemput sertifikat layak di Kementrian PU. Namun sertifikat layak Jembatan Siak IV baru ditandatangani oleh menteri PU, Jumat (15/3/2019) siang.

"Sertifikat layaknya sudah kita dapatkan, siang tadi diteken Pak Menteri," kata Maisar yang mengaku masih dalam perjalanan pulang dari Jakarta ke Pekanbaru.

"Yang meneken sertifikat itu ada kepala balai jembatan panjang, kemudian direktur jembatan, dirjen bina marga dan terakhir baru menteri," imbuhnya.

Maisar mengungkapkan sebelum sertifikat layak tesebut diteken oleh menteri, dirinya sempat ditanya soal kondisi jembatan. Setelah mendengarkan pemaparan dari dinas PU, barulah sertifikat layak tersebut diteken oleh menteri.

"Pak menteri itu sangat teliti, saya sempat ditanya-tanya juga soal kondisi jembatan itu," katanya.

Setelah sertifikat layak jembatan siak IV di teken oleh menteri PU, Pemprov Riau diminta untuk melakukan pengecekan kembali setahun kedepan. Pengecekan ini untuk melihat tingkat pergeseran jembatan siak ini setelah dioperasikan selama satu tahun.

"Setelah satu tahun dioperasikan, kami diminta untuk mengecek lagi kondisinya, diiukur lagi tingkat kemiringan dan lainnya," ujarnya. 

Seperti diketahui, Jembatan Siak IV Pekanbaru dengan nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Bukit) diresmikan secara langsung oleh Gubernur Riau, saat itu, Wan Thamrin Hasyim, Kamis (14/2/2019) lalu. 

Pembangunan Jembatan Siak IV telah dimulai pada Tahun Anggaran 2009 dengan nilai kontrak sebesar Rp9.396.062.016,29. Kemudian, pada Tahun Anggaran 2010 pelaksanaan flsik dilanjutkan dengan nilai kontrak sebesar Rp16.938.180.631,30. Lalu, pelaksanaan pekerjaan Jembatan Siak IV tersebut selanjutnya dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak (2010-2013) dengan nilai kontrak sebesar Rp348.138.463.522.

Setelah vakum, pelaksanaan pembangunan Jembatan Siak IV dilanjutkan dengan Kontrak Multiyears (2017-2018) dengan nilai sebesar Rp109.218.379.982,12.

Kementerian Pekerjaan Umum bersama tim dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) menggelar uji beban atau loading test jembatan Siak IV, Jumat (8/2/2019) sore. Uji beban ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui ketahanan, kekuatan dan kualitas dari jembatan
Kementerian Pekerjaan Umum bersama tim dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) menggelar uji beban atau loading test jembatan Siak IV, Jumat (8/2/2019) sore. Uji beban ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui ketahanan, kekuatan dan kualitas dari jembatan (tribunpekanbaru/Theorizky)



Untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Siak IV yang kondisinya yang sudah ditinggalkan beberapa tahun tersebut, pihaknya juga telah melakukan kajian, analisa dan review terhadap kondisi aktual jembatan.

Tujuannya, agar kelanjutan pelaksanaan pembangunan jembatan sesuai dengan kaidah peraturan yang disyaratkan dan kekuatan yang menjadi syarat utama layaknya jembatan untuk dapat dilalui kendaraan.

Jembatan Siak IV direncanakan oleh Konsultan perencanaan CV Sigma Momen pada Tahun 2001 (dana APBN), pada tahun 2006 dilakukan Studi Kelayakan (FS) oleh CV Entercom Rekayasa dan pada tahun 2007 dilakukan review design terhadap perencanaan Jembatan Siak IV oleh PT Diantama Rekanusa.

Sementara, pelaksanaan fisiknya telah dimulai sejak tahun 2009 oleh PT Istaka Karya meliputi struktur bangunan bawah dari sisi Rumbai, pekerjaan ini dibiayai APBD. Tahun 2010, dilanjutkan oleh PT Palas Bukit Tangguh yang masih mengerjakan struktur bangunan bawah (sisi Rumbai), pekerjaan ini dibiayai APBD. Lalu, di tahun yang sama dilanjutkan PT Bina Riau Sejahtera menggunakan APBD-P untuk mengerjakan struktur bangunan bawah (sisi Rumbai) dan pengaman tebing (Sheet Pile).

Kemudian, tahun 2010-2013 (multiyears) dikerjakan oleh PT PP Waskita Hutama (KSO) menggunakan APBD, sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2010. Pada tahun itu dikerjakan seluruh pekerjaan sisi Jalan Jenderal Sudirman, pekerjaan pylon sampai dengan stage 6 hilir, stage 8 hulu, pekerjaan timbunan jalan akses, pekerjaan aproach span sisi Rumbai.

Selanjutnya, tahun 2017-2018 dilanjutkan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) menggunakan APBD sesuai MoU antara Pemprov Riau dengan DPRD Riau Nomor 32/KPTS/PIMP/DPRD/2016, Nomor 021/NK/XI/2016. Pada tahun ini, dikerjakan pylon stage 7 sampai dengan 17 bagian hilir, stage 9 sampai dengan 17 bagian hulu, pekerjaan aproach span sisi Rumbai (P6-Pylon), pekerjaan masin span, bangunan pelengkap jembatan.

Adapun data teknis Jembatan Siak IV ini, sebagai berikut: memiliki total panjang jembatan mencapau 800 meter yang terdiri dari Main Span 155 meter, Lebar 20,7 meter, Approach Span 540 meter, Lebar 18,5 meter (Steel Box Girder), Slab On Pile 35 meter, Lebar 19,5 meter, Oprit 70 meter (Segmental Precast Wall).

Yang mana, struktur atasnya terdiri dari Main Span Cable Stayed Single Pylon Jenis Cable 1 Strand 7 Wire 0,6 “ 0,6 HDPE, Konstruksi Steel Deck Girder (Composite Structure), Jumlah Kabel BS&MS 14 Titik (hulu dan hilir). Jembatan Siak IV ini berdiri dengan tinggi Pylon 75 meter dengan jenis konstruksi beton dengan mutistrand dan Post Tension Bar Diameter 40 mm. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved