Indragiri Hulu

Temui Kepsek Korban Penyerangan Murid, Kadisdik Riau Tegaskan Uang Sekolah Dikembalikan ke Komite

Pada pertemuan itu, Rudyanto mempertanyakan soal kasus penyerangan murid terhadap kepala sekolah SMAN 2 Rakit Kulim.

Temui Kepsek Korban Penyerangan Murid, Kadisdik Riau Tegaskan Uang Sekolah Dikembalikan ke Komite
Tribun Pekanbaru/Bynton Simanungkalit
Kadisdikbud Provinsi Riau, Rudyanto menyerahkan hadiah kepada guru-guru berprestasi di Kabupaten Inhu, Senin (18/3/2019). 

Temui Kepsek Korban Penyerangan Murid, Kadisdik Riau Tegaskan Uang Sekolah Dikembalikan ke Komite 

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi, Rudyanto menemui Kepala Sekolah SMA N 2 Rakit Kulim, Bambang Fajrianto pada pertemuan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Inhu di SMA Serumpun, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Senin (18/3/2019).

Pada pertemuan itu, Rudyanto mempertanyakan soal kasus penyerangan murid terhadap kepala sekolah SMAN 2 Rakit Kulim.

Hasil rapat diketahui bahwa penyerangan oleh siswa terhadap kepala sekolah itu dipicu oleh pembayaran uang komite.

Baca: Siswa Pukul Kepala Sekolah SMA di Inhu Riau Sampai Luka, Gara-gara Kesal Orangtuanya Dipanggil

Rudyanto juga mendapatkan informasi dari kepala sekolah, bahwa ada 13 orang anak yang belum membayarkan uang komite, termasuk AD murid yang melakukan penyerangan terhadap guru tersebut.

"Persoalan ini supaya kita lihat dengan jernih, hari ini pemicunya katanya karena permasalahan uang komite yang tidak dibayarkan. Menurut saya kalau kejadian hari inikan hari ini, tapi mungkin ndak kejadian hari ini terjadi karena kejadian di belakang," kata Rudyanto kepada Tribuninhu.com.

Kata Rudyanto orangtua AD belum membayarkan uang komite selama kurang lebih sembilan bulan dengan total diperkirakan mencapai Rp 700an.

Baca: Sosok Alfedri, Dulu Cita-cita Jadi Tukang Listrik Kini Sebagai Bupati Siak Riau, Hobi Menjala Ikan

Atas kejadian tersebut, dirinya menegaskan agar persoalan uang komite dikembalikan kepada pihak komite.

"Saya tegaskan agar persoalan uang komite ini dikembalikan kepada komite, jangan lagi membebani pihak sekolah," kata Rudyanto.

Untuk menegaskan hal ini, Rudyanto akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah se Riau. Sehingga ke depan tidak ada lagi sekolah yang menagih uang komite kapada murid.

Baca: Jeblok di Piala Presiden, Radovic Sebut Performa Persib Bandung Semakin Baik Jelang Kompetisi Liga 1

Tidak hanya menemui Bambang, Rudyanto juga berencana mendatangi SMA N 2 Rakit Kulim untuk menemui langsung para guru dan murid yang melakukan penyerangan terhadap kepala sekolah tersebut.

Saat ini, Rudyanto juga mengatakan bahwa AD tetap melaksanakan ujian, namun proses hukum dikembalikan kepada pihak Kepolisian. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved