Kabut Asap, Syahbandar Selatpanjang Minta Nakhoda Waspada

Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (19/3/2019) mulai diselimuti kabut asap. Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang imbau waspada.

Kabut Asap, Syahbandar Selatpanjang Minta Nakhoda Waspada
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Kabut asap tipis menyelimuti kawasan Jembatan Sungai Siak, Pekanbaru, Jumat (8/3/2019). (Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (19/3/2019) mulai diselimuti kabut asap.

Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang bahkan sudah mengeluarkan edaran agar aktivitas pelayaran di kawasan itu mengantisipasi risiko kecelakaan.

Menurut Kepala Keselamatan Berlayar KSOP Selatpanjang, Suharto, kabut asap bisa meningkatkan risiko kecelakaan dalam aktivitas pelayaran.

Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh pengguna jasa mewaspadai cuaca buruk ketika berlayar.

Meski kabut asap masih tergolong di ambang jarak pandang normal, namun nakhoda kapal diimbau agar mewaspadai jalur pelayaran di sepanjang Meranti dan menghindari hal yang tak diinginkan.

Baca: Jembatan Siak IV Sudah Dipakai, Pemprov Rencana Buat Water Front City Dibawahnya

Baca: Hasil Survei LSI: Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno Unggul di Kalangan Terpelajar

Suharto meminta, agar para pengguna jasa pelayaran terus memantau jarak pandang serta kondisi cuaca.

Di samping itu, mesti memperhatikan penggunaan alat navigasi serta memastikan alat keselamatan tersedia.

Dijelaskan Suharto, jarak pandang pelayaran saat ini berkisar 3 mil.

Artinya masih tergolong aman dan belum berbahaya. Meski demikian, Syahbandar mengimbau agar nakhoda mengurangi kecepatan kapal.

Baca: 5 Hektar Lahan di Dekat Danau Buatan Kota Pekanbaru Terbakar

Kemudian, menghidupkan lampu navigasi pelayaran di siang hari dan mengaktifkan radar kapal dan GPS.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved