122 Orang Terkena ISPA di Siak, Dinkes Sebut Belum Mengkhawatirkan

Karhutla yang terjadi beberapa waktu terakhir menimbulkan kabut asap yang membuat sejumlah warga mengalami penyakit ISPA.

122 Orang Terkena ISPA di Siak, Dinkes Sebut Belum Mengkhawatirkan
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Kabut asap mulai menyelimuti Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu. Di Siak, sejumlah warga dilaporkan menderita ISPA karena asap karhutla. 

tribunpekanbaru.com - Beberapa titik Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Siak masih mengeluarkan asap. Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, Rabu (20/3), terpantau ada 11 titik panas dan 7 titik api di Siak.

Paling parah terjadi di Kecamatan Sungai Apit. Karhutla di Kampung Lalang, kecamatan itu, masih menyemburkan asap. Petugas Damkar BPBD Siak bersama Satgas Darat Karhutla kabupaten Siak, masih melakukan pendinginan di lokasi.

"Kita masih lakukan pendinginan di Kampung Lalang. Kita sudah buat embung. Kendala di sini, medannya sulit i jangkau dan persediaan air tidak memadai," kata Kepala Bidang Damkar BPBD Siak, Irwan Priyatna.

Akibat banyaknya titik api, kabut asap sudah mulai kasat mata di Siak. Langit di Siak mulai berwarna putih dan membuat suhu cukup panas. Disinyalir, kabut asap ini sudah berdampak pada kesehatan manusia.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Siak kepada Tribun, Rabu (20/3), diketahui penderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) sudah mencapai 122 orang. Sedangkan influenza nihil, asma 5 orang, iritasi mata 5 orang, dan iritasi kulit 13 orang. Data tersebut tercatat periode 14-20 Maret 2019.

Kendati demikian, Dinkes Siak menyebut kabut asap saat ini belum mengkhawatirkan. Meskipun alat ukur suhu udara atau ISPU yang ada di Siak tidak berfungsi.

"Kita memang tak punya alat, IPSU milik DLH katanya rusak, jadi tidak dapat laporan. Tapi kami kira ini belum mengkhawatirkan, belum signifikan," kata Kepala Dinkes Siak melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Siak, Sumiarti, Rabu (20/3).

Angka penderita ISPA tersebut, kata dia, masih sangat kecil di banding tahun lalu. Karena jumlah 122 penderita itu dari keseluruhan laporan Puskesmas di seluruh Siak. "Bila dibagi per hari, rata-rata hanya 17 orang. Ini belum terlalu berbahaya," kata dia.

Ia hanya mengimbau agar masyarakat Siak tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Warga juga dianjurkan menggunakan masker dan perbanyak minum air putih. "Waspada tetap, dari data kita tadi belum tentu semuanya akibat kabut asap. Tapi tetap jaga kesehatan, jangan tunggu terlalu terasa dulu kabut asapnya baru menggunakan masker," kata dia.

Sumiarti juga menyebut, pihaknya telah membagikan 2.000 masker kepada warga di jalan raya. Bila kabut asap dirasakan lebih pekat, pihaknya akan kembali membagikan masker. "Stok masker kita masih banyak di gudang. Bila diperlukan kami bagikan lagi," kata dia. (myo)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved