Ajaran Islam

Hukum Membunuh Cicak dalam Islam dan Dalilnya, Benarkah Dapat Pahala?

Kisah cicak dalam sejarah pekembangan Islam yang legendaris ini terjadi, saat Nabi Ibrahim AS dilempar hidup-hidup ke dalam api

Hukum Membunuh Cicak dalam Islam dan Dalilnya, Benarkah Dapat Pahala?
Tribunpekanbaru
Hukum Membunuh Cicak 

Barang siapa yang membunuh cicak sekali pukul, maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan, dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. Dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua.” (HR. Muslim, no. 2240)

TRIBUNPEKANBARU.COM - Cicak adalah jenis binatang melata yang sangat legendaris dalam sejarah agama Islam.

Reptil merayap berkaki empat yang sering terlihat berkeliaran di dinding dan langit – langit rumah ini termasuk ke dalam binatang terkutuk hingga akhir zaman. 

Seperti dikutip tribunpekanbaru.com dari dalamislam.com, hal ini dikarenakan cicak disebut – sebut sebagai binatang perantara setan yang memusuhi dakwah.

Kisah cicak dalam sejarah pekembangan Islam yang legendaris ini terjadi, saat Nabi Ibrahim AS dilempar hidup-hidup ke dalam kobaran api yang telah disiapkan oleh Namrud Ibn Kan’an

Namrud adalah seorang raja yang pertama kali mengaku sebagai Tuhan dari kerajaan Babilonia, atau yang sekarang dikenal dengan Negara Irak.

Baca: Niat Mandi Wajib (Junub), Tata Cara Mandi Wajib dan Sebab Sebab yang Mewajibkan Mandi

Baca: 99 Asmaul Husna (Nama Allah SWT) dan Keutamaan Membacanya, Lengkap dengan Tulisan Arab dan Artinya

Dalam peristiwa ini dikisahkan terdapat dua ekor binatang yang turut berperan, yakni semut dan cicak.

Jika semut berpihak pada Nabi Ibrahim AS maka cicak malah berpihak kepada sang raja, Namrud Ibn Kan’an.

Dalam cerita itu semut dengan susah payah berlari-lari membawa butiran-butiran air yang ada di mulutnya untuk memadamkan kobaran api yang membakar tubuh Nabi Ibrahim AS.

Kemudian seekor burung berkata mewakili keheranan semua binatang yang menyaksikan peristiwa tersebut.

“Tidak mungkin setetes air yang ada di mulutmu mampu memadamkan kobaran api yang sangat besar itu.” sahut si burung.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved