Pekanbaru

Janji Tak Mau Mundur, Sudah 2 Pekan Ratusan Warga Desa Koto Aman Bertahan di Bawah Flyover Pekanbaru

Sudah dua pekan lamanya ratusan warga Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, Kampar bertahan di ibukota Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Rabu

Janji Tak Mau Mundur, Sudah 2 Pekan Ratusan Warga Desa Koto Aman Bertahan di Bawah Flyover Pekanbaru
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Ratusan warga dari Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar sudah delapan hari terakhir ini menginap di bawah fly over, Jalan Sudirman, tepat di seberang Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Selasa (12/3/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Konflik Lahan, Sudah Dua Pekan Ratusan Warga Desa Koto Aman Bertahan di Bawah Flyover Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sudah dua pekan lamanya ratusan warga Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, Kampar bertahan di ibukota Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Rabu (20/3/2019).

Warga Desa Koto Aman ini datang ke Pekanbaru sejak Selasa (4/3/2019) lalu.

Mereka sengaja datang ke Kota Pekanbaru untuk menuntut keadilan.

Dimana ribuan hektare lahan milik warga di desa tersebut diduga diserobot oleh perusahaan sawit bernama PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL).

Selama di Pekanbaru ratusan warga desa Koto Aman ini bertahan dan menginap dibawah Flyover simpang Jalan Sudirman - Tuanku Tambusai, Pekanbaru.

Baca: VIDEO Lagu Baru Syahrini Berjudul Restu, Berikut Liriknya

Dengan menggunakan perlengkapada seadanya mereke terkatung-katung nasibnya menunggu keputusan dari pemerintah daerah. Baik Pemprov Riau maupun Pemkab Kampar.

"Kita tidak akan pulang ataupun mundur sebelum kami terlepas dari penjajah kapitalis di desa kami. Yakni kembalikan lahan kami seluar 1500 hektar yang telah dirampas PT SBAL," kata Dapson perwakilan Warga Desa Koto Aman.

Menurutnya, hampir 80 persen lahan kehidupan masyarakat Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, Kampar, Riau dikelola oleh perusahaan PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL) sejak tahun 1991.

"Itu adalah awal dari masa kelamnya anak cucu kami di sana. Dimana pada tahun itu pihak asing mulai masuk ke tanah kami dan menyerobot lahan kami dengan modus perkebunan kelapa yang pada akhirnya berubah menjadi kebun kelapa sawit," kata Dapson.

Baca: Tebas Belukar, Miswan Justru Temukan Mayat Lelaki Mengapung di Sungai Siatam Meranti Riau

"Para pemangku jabatan di negeri ini sudah buta, tuli dan bisu terhadap nasib kami di desa yang terpencil dan tertindas. Kebohongan janji pada petingging Riau ini sudah membuat kami bosan. Bahkan pemimpin di republik ini juga ikut memberi janji manis yang sangat menyayat hati kami masyarakat kecil," pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved