Inhu

KPU Inhu Riau Catat Banyak Pemilih yang Mengurus Pindah Memilih ke Inhu

Dari jumlah DPTb masuk paling banyak pemilih mengurus pindah di daerah asal, yakni sebanyak 856 orang pemilih se

KPU Inhu Riau Catat Banyak Pemilih yang Mengurus Pindah Memilih ke Inhu
Tribunpekanbaru.com/Bynton
Komisioner KPU Inhu, Dwi Apriansyah memberikan penjelasan saat rapat pleno terbuka penetapan DPTb tingkat Kabupaten Inhu, Selasa (19/3/2019). 

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mencatat sebanyak 1238 pemilih pada Pemilu 2019 mengurus pindah masuk ke Kabupaten Inhu. Hal ini ditetapkan saat rapat pleno penetapan daftar pemilih tambahan (DPTb) tingkat Kabupaten Inhu pada Selasa (19/3/2019) lalu di Wisma Ferdi.

Komisioner KPU Inhu, Dwi Apriansyah menerangkan jumlah pemilih yang mengurus pindah memilih ke Kabupaten Inhu lebih banyak daripada yang mengurus pindah ke luar.

"Berdasarkan hasil pleno kemarin jumlah DPTb masuk sebanyak 1238 pemilih dan DPTb keluar sebanyak 1181 pemilih," kata Dwi Apriansyah, Rabu (20/3/2019).

Dwi merincikan, dari jumlah DPTb masuk paling banyak pemilih mengurus pindah di daerah asal, yakni sebanyak 856 orang pemilih sementara jumlah DPTb masuk yang mengurus di daerah tujuan sebanyak 389 pemilih.

Baca: FOTO: Aksi Damai di Kantor Walikota Pekanbaru, Para Guru Gelar Yasinan

Baca: Kantor Imigrasi Selatpanjang Kembali Bentuk TIMPORA di Dua Kecamatan Kepulauan Meranti Riau

Rapat pleno terbuka penetapan DPTb tingkat Kabupaten Inhu tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setdakab Inhu, Badan Kesbangpol Inhu, TNI, Polri, perwakilan Rutan Kelas II b Rengat, Ketua dan anggota PPK divisi Data se Kabupaten Inhu.

Sementara itu, Dwi Apriansyah berkata warga tetap bisa memilih meski tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan cara menunjukan KTP el atau keterangan kependudukan di TPS.

"Apabila pemilih tidak masuk DPT, dan memiliki KTP el atau Suket dari Disdukcapil, maka pemilih tersebut bisa memilih di TPS yang ada di alamat pada identitasnya dimulai pukul 12:00 sampai dengan 13:00," kata Dwi.

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Menurut Apriasnyah hal ini diatur dalam Undang-undang (UU) nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan Peratuan KPU (PKPU) nomor 37 tahun 2018. "Pemilih ini disebut DPK (daftar pemilih khusus red)," pungkasnya. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved