Bawa Puluhan Ekor Burung Cendrawasih, Empat Pria Diciduk Bea Cukai Dumai

Empat pria diduga akan menyelundupkan sejumlah satwa langka ke luar negeri. Di antaranya burung cenderawasih, owa, kakatua, dan rangkong.

Bawa Puluhan Ekor Burung Cendrawasih, Empat Pria Diciduk Bea Cukai Dumai
Tribunpekanbaru.com/Syahrul
Temuan satwa dilindungi beserta pelaku yang diamankan oleh KPPBC TMP B Dumai. 

tribunpekanbaru.com - Kantor Pelayanan Penindakan Bea dan Cukai (KPP-BC) TMP B Dumai, melakukan penangkapan terhadap empat pria yang diduga menjadi pelaku penyelundupan satwa dilindungi, pada Kamis (21/3).

Penangkapan yang dilakukan di Pelabuhan Roro Kota Dumai itu, dilakukan setelah mendapat informasi terkait keberadaan dua terduga penyelundup satwa dilindungi yang menggunakan dua kendaraan.

Disampaikan oleh Kepala KPPBC TMP B Dumai, Fuad Fauzi, penangkapan dilakukan bersama dengan POM TNI AL. Peristiwa ini berawal ketika pada sekitar pukul 11.00 WIB, dua unit mobil jenis Suzuki APV Nopol B 1471 WKO dan Toyota Avanza dengan nopol BE 1080 EP, akan melakukan penyeberangan dari Dumai menuju Pulau Rupat, Bengkalis.

"Atas informasi tersebut, tim Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP B Dumai bersama POM AL bergerak menuju terminal Roro Bandar Sri Junjungan, dan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dimaksud. Saat dilakukan pemeriksaan, kendaraan tengah berada di antrean untuk naik ke kapal," terang Fuad.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim menemukan sejumlah satwa yang dilindungi seperti dua ekor primata jenis owa ungko (hylobates agilis), 38 ekor burung cenderawasih, kakatua raja hitam, dan burung rangkong.

Diduga, muatan berupa satwa dilindungi itu akan diseberangkan ke negara tetangga dengan menggunakan speed boat melalui Pulau Rupat.

"Keempat pelaku tersebut masing-masing berinisial SR (26), AB (24), TR (20), dan YA (29), yang masing-masingnya diketahui bukan warga Dumai," tutur Fuad.

Akibat penyelundupan satwa tersebut, terdapat kerugian materil diperkirakan mencapai Rp3 miliar, dan kerugian immateril berupa rusaknya ekosistem akibat kepunahan satwa liar yang dilundungi.

"Hutan kita semakin sedikit, satwanya juga semakin sedikit. Kalau semuanya dijual ke luar, lama kelamaan akan habis dan kita tak punya apa-apa lagi," tambah Fuad.

Saat ini, keempat pelaku penyelundupan hewa itu sudah diamankan pihak Bea Cukai. Mereka disangkakan telah melanggar Pasal 21 (2) UU 5/1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya, Jo Pasal 102A UU Nomor 10/1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU 17/2006. (mad)

Satwa Diselundupkan:
* Dua ekor owa ungko (hylobates agilis)
* 38 ekor burung cenderawasih
* kakatua raja hitam
* burung rangkong

Dua mobil pembawa:
1. Suzuki APV B 1471 WKO
2. Toyota Avanza BE 1080 EP

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved