Dumai

Bea Cukai Dumai Riau Amankan Empat Pelaku Penyelundupan Satwa Dilindungi

Tim menemukan sejumlah satwa dilindungi seperti, dua ekor primata jenis Owa Ungko dan 38 ekor Burung Cenderawasih, Kaka Tua Raja Hitam dan Rangkong

Bea Cukai Dumai Riau Amankan Empat Pelaku Penyelundupan Satwa Dilindungi
Tribunpekanbaru.com/Syahrul
Temuan satwa dilindungi beserta pelaku yang diamankan oleh KPPBC TMP B Dumai. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kantor Pelayanan Penindakan Bea Cukai atau KPPBC TMP B Dumai melakukan penangkapan terhadap empat pria diduga pelaku penyelundupan satwa dilindungi pada Kamis (21/3/2019).

Penangkapan yang dilakukan di Pelabuhan Roro Kota Dumai itu dilakukan setelah mendapat informasi terkait keberadaan dua penyelundup dengan menggunakan dua kendaraan.

Disampaikan oleh Kepala KPPBC TMP B Dumai Fuad Fauzi, penangkapan dilakukan bersama dengan POM AL.

Kronologis bermula, ketika pada pukul 11.00 dua unit mobil jenis Suzuki APV Nopol B1471WKO dan Avanza dengan nopol BE 1080 EP akan melakukan penyeberangan dari Dumai menuju Pulau Rupat, Bengkalis.

Baca: Kabut Asap Pekat Selimuti Dumai Riau, Air Jadi Kendala Padamkan Kebakaran Lahan

Baca: Bawaslu Kota Dumai Sampai Saat Ini Sudah Temukan 415 Pelanggaran

"Atas informasi tersebut, tim seksi penindakan dan penyidikan KPPBC TMP B Duma dan POM AL bergerak menuju terminal roro Bandar Sri Junjungan dan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dimaksud," sebutnya.

"Saat dilakukan pemeriksaan, kendaraan tengah berada di antrian untuk naik ke kapal," tambah Fuad.

Dilanjutkannya, dari hasil pemeriksaan tim menemukan sejumlah satwa dilindungi seperti, dua ekor primata jenis Owa Ungko (Hylobates Agilis) daj 38 ekor Burung Cenderawasih, Kaka Tua Raja Hitam dan Rangkong.

Diduga, muatan satwa dilindungi itu akan diseberangkan ke negara tetangga dengan menggunakan speedboat melalui Pulau Rupat.

Baca: Pelipatan 928.302 Lembar Surat Suara di Dumai Selesai Dalam 8 Hari

Baca: BNN Ringkus 6 Orang dan Amankan 9 Kg Sabu di Dumai, Manfaatkan Ibu Rumah Tangga Jadi Kurir

"Keempat pelaku tersebut masing-masing berinisial SR (26), AB (24), TR (20) dan YA (29) yang masing-masingnya diketahui bukan warga Dumai," sampainya.

Akibat penyelundupan tersebut, muncul kerugian materil hingga Rp. 3 M dan kerugian immateril berupa rusaknya ekosistem akibat kepunahan satwa liar.

"Hutan kita semakin sedikit, satwanya juga sedikit. Kalau semuanya dijual keluar, lama kelamaan akan habis dan kita tak punya apa-apa lagi," pungkas.

Saat ini, keempat pelaku penyelundupan sudah diamankan oleh pihak Bea Cukai dan disangkakan telah melanggar Pasal 21 (2) UU 5/1990 Tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 102A UU Nomor 10/1995 Tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU 17/2006. (Tribunpekanbaru.com/Syahrul Ramadhan)

Penulis: Syahrul
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved