Pilpres 2019

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Turun Menurut Litbang Kompas, Jokowi Malah Bersyukur, Ini Sebabnya

Jokowi berpendapat bahwa dengan dirilisnya hasil survei dengan hasil kurang baik bagi pihaknya, dapat menjadi pelecut bagi mesin politiknya

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Turun Menurut Litbang Kompas, Jokowi Malah Bersyukur, Ini Sebabnya
TRIBUNNEWS/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Hasil survei terbaru Litbang Kompas pada 22 Februari-5 Maret 2019 menunjukkan penurunan elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo cukup bersyukur dengan dirilisnya survei elektabilitas kandidat Pemilu 2019 oleh Litbang Kompas.

Jokowi berpendapat bahwa dengan dirilisnya hasil survei dengan hasil kurang baik bagi pihaknya, dapat menjadi pelecut bagi mesin politiknya menjadi lebih bekerja keras lagi.

"Justru kalau saya, hasil (survei) yang baik justru bisa melemahkan kita. Justru menjadikan kita ini tidak waspada. Tetapi kalau hasil survei yang tidak baik atau kecil, malah mendorong, memicu seluruh unsur, relawan, kader partai untuk bekerja lebih militan lagi," ujar Jokowi saat dijumpai di Kantor DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).

Baca: Hasil Survei Litbang Kompas, Jokowi Unggul di Pulau Jawa, Prabowo Dominasi di Sumatera

Baca: Ini Elektabilitas Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi Menurut 3 Lembaga Survei, Siapa yang Unggul?

Baca: Survei Elektabilitas Capres Versi SMRC, Segini Selisih Angka Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi

Diketahui survei terbaru Litbang Kompas yang digelar 22 Februari-5 Maret 2019, menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 49,2 persen.

Sementara, elektabilitas Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Adapun 13,4 persen responden masih menjawab rahasia.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dalam survei ini turun dibandingkan survei Litbang Kompas di Oktober 2018 lalu.

Sebaliknya, elektabilitas Prabowo-Sandiaga naik dibandingkan survei lalu pada waktu yang sama.

Selisih elektabilitasnya saat ini semakin kecil menjadi 11,8 persen. Jokowi tidak spesifik mengarahkan pernyataannya tersebut kepada Litbang Kompas.

Tapi, lebih kepada hasil survei sejumlah lembaga survei yang sudah dirilis ke publik.

" Survei kan banyak sekali. Ada berapa, mungkin lebih dari 10," ujar Jokowi.

Ia menegaskan, pihaknya memperhatikan seluruh hasil survei sejumlah lembaga.

Apapun hasilnya, hasil survei itu akan digunakan untuk evaluasi kerja internal.

Kinerja yang kurang baik ditingkatkan. Adapun kinerja yang sudah baik, dipertahankan.

"Semuanya kita pakai untuk evaluasi, untuk koreksi. Untuk memacu bekerja lebih baik lagi," lanjut dia. (Kompas.com)

Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved