Berita Riau

Belum Semua Pengusaha di Kepulauan Meranti Riau Bisa Membayarkan Upah Sesuai UMK

UMK Kepulauan Meranti tahun 2019 telah ditetapkan sebesar Rp2.749.909 per bulan dan disahkan pada 2018 lalu.

Belum Semua Pengusaha di Kepulauan Meranti Riau Bisa Membayarkan Upah Sesuai UMK
Net
Ilustrasi 

Belum Semua Pengusaha di Kepulauan Meranti Riau Bisa Membayarkan Upah Sesuai UMK

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kepulauan Meranti tahun 2019 telah ditetapkan sebesar Rp2.749.909 per bulan dan disahkan pada 2018 lalu.

Namun hingga saat ini masih banyak pengusaha di Meranti tidak mampu menerapkannya dalam membayar gaji karyawan.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP) Kepulauan Meranti Revirianto, mengatakan UMK pada dasarnya berlaku sebagai pedoman bagi semua pengusaha di Meranti yang berbadan hukum, perorangan ataupun kelompok.

"Bagi pengusaha yang sanggup membayar gaji karyawan sesuai UMK tapi tidak membayarnya dengan jumlah tersebut, tentu ada sanksinya," ungkap Devirianto, Jumat (22/3/2019).

Baca: Sebagian Cabang Mengaku Belum Pasti Kelas yang Dipertandingkan Pada Cabor Porwil

Namun Revirianto mengatakan bahwa kondisi ekonomi di Kepulauan Meranti masih rendah. Sehingga seluruh pengusaha belum mampu untuk memberikan upah sesuai ketentuan.

"Mengingat kabupaten kita ini masih baru, pengusaha pun tidak banyak menanam modal disini, kita pun susah," ujarnya.

Dirinya mengatakan bahwa apabila UMK dipaksakan merata bagi semua pengusaha di Kepulauan Meranti, maka akan berdampak bagi Perusahaan maupun tenaga kerja.

"Jadi kita ambil sisi baiknya saja, kalau kita tetap mengacu UMK tapi pengusaha tidak sanggup, yang ada usahanya tutup pengangguran semakin banyak. Jadi itu yang perlu diingat, bagaimana gaji karyawan terpenuhi, pengusaha juga tetap bisa berjalan, meski ada kesimambungan disini" pungkasnya.

Sebelumnya Wakil Bupati Meranti, Said Hasyim juga mengakui lemahnya penerapan UMK di Meranti ini dikarenakan kondisi ekonomi di daerah yang masih berkembang ini belum memadai.

Baca: Hari Jadi Ke-55 Pemasyarakatan, Kanwil Kemenkumham Riau Gelar Kegiatan Tanam Pohon

"Kalau istilahnya di Meranti itu banyak PEGEL (Pengusaha ekonomi Golongan Lemah). Seperti pengusaha konter, minimarket, kedai kopi ataupun rumah makan. Pengusaha itu ada, perlu buruh juga, tapi kan tak bisa diatur sedemikian rupa. Ada beberapa yang bisa, tapi itupun kita beri aturan upah minimum, tapi bagi mereka iti maksimum yang mereka berikan" ungkap Said.(Tribunpekanbaru.com/Teddy Tarigan)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved