Kodim Bengkalis Berlakukan Jam Malam di Kebun untuk Warga

Pemberlakuan jam malam ini agar tidak terjadi lagi karhutla, karena hampir seluruh kejadian karthutla terjadi akibat ulah manusia.

Kodim Bengkalis Berlakukan Jam Malam di Kebun untuk Warga
istimewa
Dandim Bengkalis Letkol Inf Timmy Prasetya Harmianto 

tribunpekanbaru.com - Setelah diguyur hujan pada Kamis (21/3) lalu, sejumlah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Bengkalis akhirnya padam. Dengan padamnya api, tim Satgas Karhutla Bengkalis tidak lagi melakukan pemadaman. Tim kini bertugas melakukan patroli dan sosialisasi kepada warga, agar tidak melakukan pembakaran dan menjaga lahan mereka di musim panas ini.

Hal ini diungkap Komandan Kodim (Dandim) 0303/Bengkalis, Letkol Inf Timmy Prasetya Harmianto kepada tribun, Jumat (22/3) siang. Menurut Dandim, di Pulau Bengkalis beberapa waktu lalu ada titik api di Desa Panebal, Pematang Duku, Ulu Pulau, Ketam Putih, serta Sungai Batang. Namun setelah diguyur hujan, titik api ini sudah padam.

"Kemarin kita pantau juga lewat udara, titik titik ini sudah tidak terlihat ada asap lagi. Namun kemarin sempat terpantau melalui udara satu yang belum padam, terletak di Bantan Tengah yang sempat mengeluarkan asap," terangnya.

Titik api itu langsung ditangani tim Satgas Karhutla Bengkalis melalui darat, dan pada Jumat (22/3) kemarin kondisinya sudah padam.

Meskipun sudah tidak ada Karhutla lagi, Kodim Bengkalis terus melakukan patroli di wilayah yang dinilai rawan. "Bahkan kita melarang masyarakat beraktifitas di kebun mulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB," tambah Timmy.

Dia mengakui larangan ini terdengar keras, namun bertujuan menjaga kepetingan masyarakat agar tidak terjadi Karhutla lagi. "Untuk mengawasi, kita perintahkan Babinsa, pasukan BKO kita minta patroli setiap saat. Suka tidak suka, kita sudah tahu penyebab karhutla ini 99 persen adalah manusia, sengaja maupun tidak sengaja. Kita lakukan ini agar tidak terjadi Karhutla lagi," tuturnya.

Timmy menyebutkan, sampai Jumat (22/3), dari pantauan satelit tidak ditemukan lagi titik api baru di Bengkalis. Yang terpantau hanya di daerah Siak dan Meranti masing masing satu titik.

Dandim lantas mengimbau masyarakat Bengkalis, apabila lahan di daerahnya mengalami Karhutla untuk bisa membantu memadamkan api. "Saya imbau masyarakat jika di daerahnya ada Karhutla, jangan diam saja menonton meskipun di sana ada TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni. Harap dibantu petugas itu memadamkan api, jangan menonton saja," katanya berpesan.

Dandim menyebut, hal seperti itu banyak ditemukan dilapangan. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat membantu petugas di lapangan saat melakukan pemadaman.

"Keterlibatan masyarakat akan membuat pemadaman makin cepat. Seperti di Pematang Duku beberapa waktu lalu, pemadaman bisa cepat karena masyarakatnya terlibat. Peran serta masyarakat sangat membantu, apalagi mereka yang tahu daerah mereka," ujarnya lagi. (sir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved