Bengkalis

Mau Nangis Rasanya, Dampak Karhutla Samsul Kehilangan 13 Hektare Kebun Sagu dan Sawit

Samsul memiliki 13 hekatre kebun yang ditanami sagu 8 hektare dan sisanya 5 hektare ditanami sawit. Kebunnya habis terbakar akibat karhutla.

Mau Nangis Rasanya, Dampak Karhutla Samsul Kehilangan 13 Hektare Kebun Sagu dan Sawit
tribunpekanbaru
Petugas memadamkan api yang membakar lahan di Kabupaten Bengkalis beberapa waktu lalu.

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Karhutla sempat membara di Bengkalis sejak awal tahun 2019 sudah berhasil diredakan. Hanya menyisakan pendinginan di beberapa titik bekas lahan terbakar.

Pemadaman api yang sempat membakar ratusan hektare lahan di kabupaten Bengkalis terbantu dengan hujan yang turun dengan intensitas deras beberapa pekan terakhir.

Namun meskipun sudah berhasil di kuasai, dampak Karhutla masih membekas bagi masyarakat yang lahan terbakar.

Pasalnya warga yang lahannya terbakar mulai bingung untuk memulai hidupnya kembali, karena sumber pencarian untuk kehidupannya sehari hari sudah tidak bisa menghasilkan apa apa lagi. Begitulah yang dirasakan Samsul (50) warga Desa Ketam Putih kecamatan Bengkalis.

Samsul memiliki dua kebun di desanya, satu kebun sagu dan satu lagi kebun sawit. Dua kebunnya ini memiliki luas sekitar 13 hektare lebih, dengan luas kebun sagu sebesar 8 hektare sementara sisanya sekitar lima hektare kebun sawit.

"Sampai sekarang saya masih bingung mau buat apa. Karena sudah habis semua kebun saya apalagi kebun sagu belum sempat saya panen, sudah duluan api memanen habis semuanya," cerita Samsul.

Menurut dia, kebun sagunya bagaikan tabungan untuk dirinya dan keluarga, karena memang masa panennya cukup lama setelah ditanam kembali sekitar tahun 2014 lalu. Untuk memulai panen awal dari pertama dipanen bisa memakan waktu sampai 10 hingga 12 tahun.

"Sebenarnya kebun sagu ini tabungan buat kami, untuk biaya kuliah dan biaya di masa depan lainnya untuk anak anak. Tapi sayang belum sempat kita panen sejak ditanam 2014 lalu sudah hangus terbakar," jelas ayah dua orang anak ini.

Menurut Samsul saat ini dia mempunyai dua orang anak, satu anaknya perempuan saat ini sudah bekerja di Paud. Semenrara satu lagi anak laki laki berusia 18 tahun saat ini sudah masuk kuliah.

"Inilah rencananya kebun sagu kami untuk biaya kuliah dan nikah anak saya dan kehidupan lainnya di masa depan. Tapi sudah tidak ada harapan lagi semuanya sudah terbakar," pungkasnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved