Inhu

Jalan Penghubung Dua Desa di Sungai Lala Inhu Riau Ambruk, Kades Minta Perusahaan Perduli

Sudah kami ajukan permohonan kepada perusahaan agar memberikan bahan untuk perbaikan jalan itu, karena kalau menunggu Pemda anggarannyakan tahunan

Jalan Penghubung Dua Desa di Sungai Lala Inhu Riau Ambruk, Kades Minta Perusahaan Perduli
Istimewa
Jalan penghubung Desa Pasir Batu Mandi dan Pasir Kelampaian, Kecamatan Sei Lala, Inhu runtuh akibat abrasi air. 

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Sei Lala beberapa waktu lalu berimbas pada akses jalan penghubung antar desa yang runtuh akibat abrasi air. Lokasi jalan yang rusak merupakan jalan penghubung antara Desa Pasir Kelampaian dan Desa Pasir Batu Mandi, Kecamatan Sei Lala.

Zakariya, Kepala Desa (Kades) Pasir Kelampaian yang dihubungi Tribuninhu.com menjelaskan soal kerusakan jalan tersebut. "Ada 800 meter jalan tersebut runtuh, karena abrasi air," katanya.

Akibatnya jalan tersebut terlalu berbahaya untuk dilalui.

Zakaria berkata pihaknya sudah membuatkan jalan pengganti.  "Penggantian jalan itu juga sudah kita sampaikan ke Pemda," kata Zakariya.

Baca: Sempat Terkendala Gangguan Cuaca, Kacab Disdikbud Riau di Inhu Pastikan UNBK SMK Berjalan Lancar

Untuk mengganti jalan tersebut, pihak desa mengupayakan berkomunikasi dengan warga yang bersedia menghibahkan tanahnya.

Meski ada jalan pengganti, namun mobil angkutan perusahaan tetap saja melalui jalan yang lama.

Akibatnya kondisi jalan tersebut kini semakin parah. "Sudah kami ajukan permohonan kepada perusahaan agar memberikan bahan untuk perbaikan jalan itu, karena kalau menunggu Pemda anggarannyakan tahunan," kata Zakariya.

Zakariya berkata ada tiga perusahaan yang menggunakan jalan tersebut, yakni PTPN V, PT SWP, dan juga PT Pertamina Hulu Energi.

"Jalan itu sudah tak layak lagi dilalui, sebaiknya angkutan perusahaan itu melintas dari jalan yang baru," katanya lagi.

Baca: Jelang Penilaian Adipura, Tim Gabungan Satpol PP Inhu Riau Gelar Sosialisasi ke Pedagang Kaki Lima

Sementara itu, Rosikin, warga Desa Pasir Bongkal sekaligus perwakilan Aliansi Masyarakat Pesisir meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhu mengundang perusahaan yang menggunakan jalan tersebut dalam rapat dengar pendapat.

"Kami berharap agar DPRD Inhu bisa melakukan hearing dengan menghadirkan perusahaan yang melewati jalan tersebut," katanya.

Dirinya berharap dalam hearing tersebut DPRD Inhu juga mengundang elemen masyarakat. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved