Pelalawan

Pemadaman Kebakaran Lahan di Pelalawan Riau, Petugas Pagggul Alat dan Berjalan 4 Kilometer

Personil dari tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman di lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Pangkalan Terap

Pemadaman Kebakaran Lahan di Pelalawan Riau, Petugas Pagggul Alat dan Berjalan 4 Kilometer
.
Tim gabungan melakukan upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Sabtu (30/3/2019) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Personil dari tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman di lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Sabtu (30/3/2019).

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, pemadaman Karhutla di Pangkalan Terap cukup sulit dilakukan lantaran areal yang terbakar memiliki gambut yang dalam.

Namun sebagian lokasi sudah bisa dipadamkan dan dilakukan pendinginan.

"Kita masih melakukan lokalisir api supaya tak merembet. Jadi areal yang sudah padam, langsung diinginkan agarapi tak muncul lagi," tutur Hadi Penandio, Sabtu (30/3/2019).

Adapun tim gabungan yang melakukan operasi pemadaman darat melibatkan TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan Damkar, Regdam Disbun, Manggala Agni, dan Tegdam PT Sumber Sawit Sejahterah.

Baca: Api Mengarah ke Pemukiman Warga Air Hitam Pekanbaru, Manggala Agni Upayakan Penyekatan

Baca: Karhutla Belum Teratasi, BPBD Riau Kembali Kirim Helikopter Water Booming ke Pelalawan dan Meranti

Baca: Efek Keputusan MK, KPU Pelalawan Riau Pastikan Pemilih Bertambah

Tim gabungan melakukan upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Sabtu (30/3/2019)
Tim gabungan melakukan upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Sabtu (30/3/2019) (.)

Total personil gabungan mencapai 110 orang dengan menggunakan 20 mesin, empat alat berat, enam kendaraan roda empat, serta delapan kendaran roda dua.

Namun akses menuju titik pangkal api sangat sulit dilalui petugas gabungan lantaran semak belukar.

Alhasil personil harus berjalan kaki sejauh 4 Kilometer (Km) dengan memanggul semua perangkat yang dibutuhkan.

Petugas juga cukup kesulitan mencari sumber air yang memadai untuk pemadaman.

Terpaksa membuat embung dadakan dengan menggunakan alat berat dan menyambung selang panjang.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved