Pelalawan

Petugas Sering Dihadang Angin Puting Beliung, Kebakaran Lahan di Pelalawan Riau Belum Bisa Teratasi

Kita juga sering dihadang angin puting beliung saat melakukan pemadaman. Hampir setiap hari ada angin puting beliung

Petugas Sering Dihadang Angin Puting Beliung, Kebakaran Lahan di Pelalawan Riau Belum Bisa Teratasi
Istimewa
Angin puting beliung yang datang saat petugas tim gabungan melakukan pemadaman Karhutla di Desa Pangkalan Terap Kecamatang Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Tim gabungan operasi pemadaman darat di Kabupaten Pelalawan mengalami sejumlah kendala saat memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti. Sudah hampir sebulan Karhulta di lokasi itu belum bisa teratasi sepenuhnya.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, tim gabungan dari berbagai instansi terus berjibaku memadamkan si jago merah yang melalap lahan gambut tersebut.

Petugas terhalang oleh akses jalan yang medannya sulit ditembus dan terpaksa harus berjalan kaki.

Kemudian ketersediaan air yang minim, memaksa petugas membuat embung alami dengan mengerahkan alat berat menggalai parit sebagai tempat air.

Baca: Pemadaman Kebakaran Lahan di Pelalawan Riau, Petugas Pagggul Alat dan Berjalan 4 Kilometer

Baca: Karhutla Belum Teratasi, BPBD Riau Kembali Kirim Helikopter Water Booming ke Pelalawan dan Meranti

"Kita juga sering dihadang angin puting beliung saat melakukan pemadaman. Hampir setiap hari ada angin puting beliung," papar Hadi Penandio kepada Tribunpekanbaru.com, Sabtu (30/3/2019).

Hadi Penandio menjelaskan, angin puting beliung yang datang berbeda ukuran setiap harinya, mulai yang kecil hingga besar.

Tentu kondisi ini menghalangi upaya pemadaman oleh personil gabungan.

Di mana areal yang sebelumnya sudah bisa dipadamkan dan tinggal pendinginan, kembali terbakar akibat api melompat terbawa angin.

Selain itu angin yang berputar-putar ini memperluas sebaran lahan terbakar, karena api cepat merembet dengan tiupan yang mengarah ke lokasi yang semula belum terjilat api.

Baca: Harimau Sumatera yang Kena Jerat di Pelalawan Ternyata Alami Tumor

Baca: Sejak Awal Maret, Polres Pelalawan Riau Masih Tahap Penyelidikan Kasus Kebakaran Hutan

Di samping itu, seluruh petugas dari berbagai intansi selalu meningkatkan kewaspadaan ketika angin puting beliung datang menyambangi lokasi Karhutla.

"Kemarin saja empat angin puting beliung sekaligus datang. Namanya alam kita tak bisa prediksi. Kewaspadaan ditingkatkan, dan pastinya nambah kerjaan," katanya sambil tertawa.(Tribunpekanbaru.com/Johanes)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved