Bermodal Pistol Mainan, MS Sukses Rampok 9 Toko di Dumai dan Bengkalis

Seorang pria spesialis perampok toko, mengaku sudah beraksi sembilan kali di wilayah Kota Dumai dan Bengkalis. Modalnya hanya sebuah pistol mainan.

Bermodal Pistol Mainan, MS Sukses Rampok 9 Toko di Dumai dan Bengkalis
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
MS, pelaku yang diduga sudah merampok di sembilan toko ritel di Dumai-Bengkalis, saat ekspose di Polres Dumai, Selasa (2/4). 

tribunpekanbaru.com - Seorang spesialis pelaku perampokan toko ritel di kawasan Dumai dan Bengkalis, dilumpuhkan Satreskrim Polres Dumai pada Kamis (28/3) lalu.

Pelaku berinisial MS ini tumbang setelah menerima sebutir timah panas di kaki kanannya, saat diamankan di Kelurahan Bumbung, Bengkalis.

Pelaku diduga sudah pernah melakukan perampokan sedikitnya di sembilan toko ritel di dua kota tersebut.

Wakapolres Dumai, AKP Alex Sandi Siregar saat memimpin ekspos perkara tersebut, Selasa (2/4) mengatakan, di Dumai MS melancarkan aksinya di tiga lokasi.

"MS di Dumai melakukan aksi di Bukit Kapur pada 5 Januari dengan pendapatan Rp12 juta, lalu di lokasi yang sama dia ulangi lagi pada 29 Januari dengan membawa uang tunai Rp30 juta, dan terakhir di toko ritel lain di Bukit Kapur pada 19 Maret," sebut Alex.

"Pada aksinya 19 Maret dia tidak mendapatkan uang tunai karena brankasnya terkunci dan tak ada orang pegang kunci di lokasi. Namun dia membawa dua unit handphone milik penjaga toko," terangnya.

Selain di tiga lokasi itu, MS juga disebut sudah melakukan aksi di enam toko ritel berbeda di Duri, Kabupaten Bengkalis.

Dari pengakuan MS, polisi menyimpulkan fakta bahwa seluruh penghasilan dari aksi merampoknya itu digunakan untuk main judi online.

Bersama MS, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti di antaranya sepucuk senjata api mainan untuk menakuti karyawan toko ritel yang ia datangi. "Ada juga sepeda motor, satu unit handphone, satu jaket, satu helm, dan satu kunci pas," papar Wakapolres.

Dalam aksinya, MS memang hanya bermodalkan sebuah senjata api mainan. Kepada polisi, MS menceritakan kisahnya hingga bisa menaklukkan sembilan toko. "Sebelum masuk ke dalam toko ritel yang diincar, MS lebih dulu memantau. Mulai dari kapan dibuka hingga ditutupnya toko tersebut," terang Kompol Alex Sandi Siregar.

Mendekati waktu tutup, tepatnya saat akan menutup pintu toko, MS langsung mendobrak dan memaksa masuk ke dalam toko. "Pada saat itu MS langsung menodongkan pistol mainan sambil mengancam petugas toko untuk diam dan tutup mulut. Di saat semua petugas ketakutan, MS kemudian meminta kasir mengeluarkan uang dari brankas dan langsung kabur setelah mengosongkan isinya," tambahnya.

Menurutnya, MS dijerat dengan pasal 365 ayat 1 KUHPidana jo pasal 64 dengan ancaman hukuman kurungan penjara sembilan tahun. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved