Siswa SMK Diduga Tersesat di TNBT

Siswa SMK Kehutanan Pekanbaru Minum Air Sungai Saat Tersesat di TNBT, Persediaan Air Habis dan Lelah

Saat ditemukan sejumlah siswa mengalami dehidrasi. Nur Hajjah mengatakan bahwa para siswa keletihan karena perjalanan jauh.

Siswa SMK Kehutanan Pekanbaru Minum Air Sungai Saat Tersesat di TNBT, Persediaan Air Habis dan Lelah
Tribun Pekanbaru
Sisiwa SMK Kehutanan Pekanbaru Yang Diduga Tersesat di TNBT Ditemukan Tim SAR Gabungan/ Foto Istimewa 

Siswa SMK Kehutanan Pekanbaru Minum Air Sungai Saat Tersesat di TNBT, Persediaan Air Habis dan Lelah

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Sebanyak 12 siswa SMK Kehutanan yang tersesat di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) ditemukan setelah hampir 20 jam tersesat.

Menurut Kepala Balai TNBT di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Darmanto melalui Humas TNBT, Nur Hajjah dijelaskan bahwa saat ditemukan seluruh siswa dan satu orang Polhut dalam kondisi sehat.

Setelah hampir 20 jam tersesat dan dilakukan proses pencarian akhirnya 12 orang siswa SMK Kehutanan dan satu orang Polhut yang tersesat di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) ditemukan dalam keadaan sehat.
Setelah hampir 20 jam tersesat dan dilakukan proses pencarian akhirnya 12 orang siswa SMK Kehutanan dan satu orang Polhut yang tersesat di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) ditemukan dalam keadaan sehat. (Istimewa)

Namun informasi yang diterima Tribuninhu.com, saat ditemukan sejumlah siswa mengalami dehidrasi.

Nur Hajjah mengatakan bahwa para siswa keletihan karena perjalanan jauh.

Baca: 12 Siswa SMK Kehutanan Tersesat di TNBT Riau Tidur Bersama dalam Hutan Hingga Kehabisan Bekal

Baca: 12 Siswa SMK Kehutanan dan Satu Polhut yang Tersesat di TNBT Riau Ditemukan dalam Keadaan Sehat

Baca: KRONOLOGI Penemuan 12 Siswa SMK Kehutanan Pekanbaru Setelah 20 Jam Tersesat di Hutan TNBT Riau

Seperti yang disampaikannya butuh waktu tiga hingga empat jam agar para siswa sampai ke lokasi camp.

Oleh karena itu persediaan air yang dibawa tidak cukup.

"Bawa air tapi terbatas, biasanya kalau habis ya ngambil di hutan," kata Hajjah kepada Tribuninhu.com, Rabu (3/4/2019).

Menurut Hajjah air sungai di hulu bersih, sehingga layak diminum.

Halaman
1234
Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved