Indragiri Hulu

Asriyan Kesulitan Lipat Surat Suara, Asisten I Ikut Simulasi Pemilu yang Digelar KPU Inhu

Asisten I Pemkab Inhu, Asriyan ikut mencoba proses pencoblosan surat suara hingga memasukan ke kotak suara. Dia kesulitan saat melipat surat suara.

Asriyan Kesulitan Lipat Surat Suara, Asisten I Ikut Simulasi Pemilu yang Digelar  KPU Inhu
Tribunpekanbaru.com/Bynton
Ketua KPU Riau, Ilham Muhammad Yasir didampingi oleh Ketua KPU Inhu, Yenni Mairida menunjukan alur pencoblosan kepada Forkopimda Inhu yang hadir pada simulasi yang digelar oleh KPU Inhu di RTH Rengat, Kamis (4/4/2019). 

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indragiri Hulu (Inhu) menggelar simulasi pencoblosan hingga penghitungan surat suara di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rengat, Kamis (4/4/2019).

Simulasi dihadiri Forkopimda Kabupaten Inhu dan Ketua KPU Provinsi Riau, Ilham Muhammad Yasir.

Asisten I Pemkab Inhu, Asriyan ikut mencoba proses pencoblosan surat suara hingga memasukan ke kotak suara. Asriyan mengaku kesulitan saat melipat surat suara.

"Kalau salah melipat, itu nanti tidak ada muncul tulisan kertas putih saja," kata Asriyan.

Menurutnya, teknik melipat surat suara itu sebaiknya dimulai dari tengah dilanjutkan dari bagian pinggir.

Selain itu, Asriyan memberikan masukan agar posisi busa untuk bantalan mecoblos lebih didekatkan ke posisi pemilih, agar tidak menyulitkan.

Secara keseluruhan, Asriyan mampu menyelesaikan seluruh alur pencoblosan hingga memasukan surat suara ke dalam kotak dalam waktu lima menit.

Waktu itu lebih cepat dibandingkan rata-rata waktu yang diprediksi oleh KPU Inhu, yakni sebanyak tujuh menit.

Ketua KPU Riau, Ilham Muhammad Yasir yang didampingi oleh Ketua KPU Inhu, Yenni Mairida menerangkan, proses yang paling banyak memakan waktu adalah pemindahan hasil perhitungan dari kertas C1 pleno ke C1.

"Proses pemindahan itu membutuhkan waktu lama karena harus tulis tangan," kata Ilham.

Yenni Mairida menerangkan, pada simulasi tersebut melibatkan 100 orang pemilih yang terdiri dari petugas PPS se-Kecamatan Rengat dan Rengat Barat. Selain itu, mereka juga melibatkan PPK untuk menjadi petugas KPPS.

Pada kesempatan itu juga dilakukan simulasi pemecahan masalah apabila ada warga yang komplain terhadap petugas KPPS.

"Melalui simulasi ini nantinya PPK bisa menyelesaikan belajar menyelesaikan masalah apabila nantinya terjadi hal serupa saat hari pemilihan," kata Yenni.

Untuk informasi simulasi pencoblosan ini tidak hanya dilakukan di Kabupaten Inhu. Seperti yang disampaikan Ketua KPU Riau bahwa simulasi ini dilakukan di seluruh daerah di Provinsi Riau. (Tribunpekanbaru.com/bynton simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved