Siak

Direktur PT DSI Masuk DPO Polda Riau, Mantan Kadishutbun Siak Teten Effendi Tersangka

Direktur PT Duta Swakarya Indah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Riau, mantan Kadishutbun Siak Teten Effendi tersangka dugaan pemalsuan SK

Direktur PT DSI Masuk DPO Polda Riau, Mantan Kadishutbun Siak Teten Effendi Tersangka
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Direktur PT DSI Masuk DPO Polda Riau, Mantan Kadishutbun Siak Teten Effendi Tersangka 

Direktur PT DSI Masuk DPO Polda Riau, Mantan Kadishutbun Siak Teten Effendi Tersangka

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Direktur PT Duta Swakarya Indah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Riau, mantan Kadishutbun Siak Teten Effendi tersangka dugaan pemalsuan surat keputusan Menhut.

Penasehat Hukum (PH) mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Siak Teten Effendi, Yusril Sabri, SH, MH, menegaskan kliennya bukan Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Riau.

Sebab, kliennya tersebut sangat kooperatif menghadapi proses hukumnya di Polda Riau.

Baca: BUKAN Kampanye Politik, CEWEK CANTIK Asal Pekanbaru Ini Kampanyekan Peduli Sampah dan Kebersihan

Baca: SAKSIKAN Grand Final BUJANG DARA Pekanbaru 2019 Besok Malam di SKA Co Ex, Siapa Jagoan Anda?

Baca: MAHASISWI CANTIK Manajemen Dakwah UIN Suska Riau Kunjungi Enam Negara di Eropa, GRATIS, Ini Caranya

"DPO kan Direktur PT DSI, sedangkan klien kami sangat kooperatif. Jadi kami minta jangan ada vonis sebelum vonis dari pengadilan," kata Yusril Sabri, Jumat (5/4/2019).

Mantan Kadishutbun Siak Teten Effendi tersebut saat ini tersangka kasus dugaan pemalsuan surat keputusan Mentri Kehutanan (Menhut) nomor 17/kpts-II/1998 tentang Izin Pelepasan Kawasan Hutan (IPKH).

Berkas perkaranya sudah P21, tetapi tersangka yang lain yakni Direktur PT DSI masih DPO.

"Kami menghargai proses hukum dengan azas praduga tak berslah. Setiap orang diperiksa penyidik baru tersangka. Karena klien kami belum divonis pengadilan terhadap sangkaan pemalsuan, jadi ada azas praduga tak bersalah. Klien kami juga bukanlah DPO," kata Yusril.

Ia mengakui, pihaknya menghormati proses hukum pidana yang berlaku.

Tetapi, fakta materil perkara tersebut menurut dia tidak terdapat pemalsuan surat.

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved