Honda Brio Sekali Geber 7.000 RPM Usai Dimodifikasi Street Racing

Sebuah Mobil Honda Brio tahun 2014 dimodifikasi dengan kekuatan mesin naik hingga tiga kali lipat.

Honda Brio Sekali Geber 7.000 RPM Usai Dimodifikasi Street Racing
tribun pekanbaru
JUARA NASIONAL - Mobil Honda Brio yang dimodifikasi Creative Automodified, Pekanbaru menyabet gelar juara dua Black Auto Battle, Desember 2018 di Surabaya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penggila modifikasi bisa melakukan apa saja untuk membuat tunggangannya menjadi spektakuler.

Sebuah Mobil Honda Brio tahun 2014 dimodifikasi dengan kekuatan mesin naik hingga tiga kali lipat.

Mobil Runner-Up nasional Black Auto Battle, Desember 2018 di Surabaya ini bersilinder 2.400 cc. Padahal pabrikannya hanya 1.200 cc. Kekuatannya menjadi 300 sampai 350 tenaga kuda (horse power).

"Kekuatannya naik sekitar tiga kali lipat," ujar Harpit Singh, ahli yang memodifikasi mobil ini, saat ditemui di bengkelnya, Creative Automodified, Jalan Pemuda Nomor 68, Pekanbaru, Selasa (2/4/2019).

Harpit menjelaskan, modifikasi street racing terhadap mobil ini mengadopsi film Fast and Furious. Ide modifikasi ini mulai muncul setelah film yang dibintangi Vin Diesel itu mulai tayang.

"Jadi street racing bukan hanya untuk kecepatan aja. Tapi lebih pada fashion, bisa juga dipakai sehari-hari," jelas Harpit.

Ia mengatakan, mesin bojo project ini dimodifikasi secara total. Kedudukan mesin dari yang pabrikan dirombak menyesuaikan volume (full modification).

Ia mencontohkan, mesin ditambah turbo boost 1,2 bar. Perakitan mesin dengan mengganti di antaranya, piston, stang piston, injector dan lainnya.

Indikator performa mesin ditampilkan pada layar serba digital. Mobil ini tidak lagi menggunakan indikator pabrikan. Betapa tidak, rotasi mesinnya saat digeber bisa mencapai 7.000 RPM.

"Proses pengerjaan yang lama itu pada bagian mesin. Kita harus sesuaikan mesin yang besar dengan dudukan mungil gitu," beber Harpit.

Pada sektor kaki-kakinya juga disesuaikan dengan beban mesin yang bertambah di bagian depan.
Dia menggunakan coilover air suspension. "Suspensinya bisa naik turun dengan interval 15 centimeter," katanya.

Daya pengeremannya juga ditingkatkan. Diberi Big Brake Kit K-Sport 8pot. Sama halnya dengan bagian belakang.

"Kita tetap mempertahankan fungsionalnya. Tetap aman kalau dipakai," ujar Harpit. Keseimbangan roda dibantu dengan stabilizer ultra racing dan cusco undergrace. (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved