Pelalawan

Personil Ditarik dari Lokasi, BPBD Pelalawan Pastikan Karhutla di Pangkalan Terap Telah Padam

Beberapa kesulitan yang dihadapi tim gabungan saat pemadaman yakni jarak tempuh yang jauh ke lokasi titik api dengan medan yang tidak gampang ditembus

Personil Ditarik dari Lokasi, BPBD Pelalawan Pastikan Karhutla di Pangkalan Terap Telah Padam
Istimewa
Personil dari tim gabungan melakukan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPELALAWAN.COM, TELUK MERANTI- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti akhirnya bisa diatasi oleh tim gabungan.

Areal yang terbakar tidak lagi menimbulkan asap dan hanya menyisakan tunggul kayu sisa terbakar.

Para personil gabungan yang sebelumnya berjibaku dengan si jago merah telah ditarik kembali sejak akhir pekan lalu oleh instansinya masing-masing.

Upaya pemadaman yang dilakukan tim satgas darat berlangsung cukup lama sejak api pertama kali muncul.

Bantuan dari tim pemadaman udara menggunakan helikopter Water Bombing (WB) juga diterjunkan untuk menjinakan api.

Baca: Hari Ini Dua Hotspot Terpantau di Pelalawan Riau, Ada di Desa Pulau Muda

"Secara keseluruhan Karhutla di Pangkalan Terap sudah teratasi. Bara api dan asap juga tidak ada lagi. Makanya semua personil sudah ditarik dari lokasi," beber Kepala Badan Penanggunalangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (7/4/2019).

Titik api berhasil dipadamkan setelah operasi pemadaman berlangsung selama satu bulan.

Personil tim gabungan beberapa kali menginap di lokasi Karhutla selama upaya pemadaman.

Dengan peralatan yang mendukung serta alat berat dan kendaraan, tim melakukan penyekatan dan melokalisir titik api agar lebih mudah dijinakan.

"Kemarin memang tinggal tahap pendinginan untuk mengantisipasi api naik lagi. Ternyata kita dibantu hujan deras minggu lalu," tukasnya.

Baca: KPU Pelalawan Riau Sudah Telepon Disdukcapil Soal Data DPK

Hadi Penandio menjelaskan, beberapa kesulitan yang dihadapi tim gabungan saat pemadaman yakni jarak tempuh yang jauh ke lokasi titik api dengan medan yang tidak gampang ditembus.

Beberapa kali personil terpaksa berjalan kaki hingga beberapa kilometer dengan memanggung peralatan pemadaman.

Selain itu ketersediaan air yang minim di lokasi memaksa personil membuat embung alami menggunakan alat berat dengan mengorek parit atau kanal yang ada.

"Hampir tiap hari juga kami dihadang angin puting beliung yang datang tiba-tiba. Ini membuat api membesar dan membahayakan keselamatan personil. Sekarang semuanya sudah padam," kenangnya.(Tribunpekanbaru.com/Johannes)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved