Kampar

Warga Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir Kampar Riau Masih Belum Terima Hasil Mediasi

masyarakat Desa Koto Aman melanjutkan aksi dengan menggelar unjuk rasa di depan Perumahan PT SBAL KTK 2 nanjak Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir

Warga Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir Kampar Riau Masih Belum Terima Hasil Mediasi
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Ratusan warga dari Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, Kampar menggelar unjuk rasa di depan pintu masuk kantor DPRD Riau, Jalan Sudirman Pekanbaru, Senin (11/3/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Masih belum merasa mendapatkan kejelasan dari pertemuan dengan pemerintah provinsi Riau, masyarakat Desa Koto Aman melanjutkan aksi dengan menggelar unjuk rasa di depan Perumahan PT SBAL KTK 2 nanjak Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir. Aksi ini telah berlangsung selama 6 hari belakangan.

Dalam aksinya ini masyarakat menutup akses jalan ke perumahan para pekerja dari perusahaan tersebut.

Selain itu para masyarakat juga mendirikan tenda-tenda di areal tersebut.

Selama kurun waktu enam hari terakhir hingga hari Sabtu (6/4) masyarakat berjumlah kurang lebih 100 orang menduduki tempat ini.

Baca: Anak-Anak Desa Koto Aman Mulai Sakit, Ketua Lembaga Adat Tapung ; Warga Tak Lagi Punya Lahan Bertani

Baca: Ini Hasil Rapat Konflik Lahan Desa Koto Aman di Kantor Gubernur Riau

Aksi unjuk rasa masyarakat Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir ini masih beragendakan menuntut pengembalian lahan seluas 1500 hektar yang termasuk dalam areal HGU PT  Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL).

Menindaklanjuti permasalahan ini Polres Kampar yang langsung di pimpin Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira menjumpai langsung masyarakat Desa Koto Aman yang berunjuk rasa.

Polres Kampar yang langsung di pimpin Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira menjumpai langsung masyarakat Desa Koto Aman yang berunjuk rasa.
Polres Kampar yang langsung di pimpin Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira menjumpai langsung masyarakat Desa Koto Aman yang berunjuk rasa. (Tribunpekanbaru.com/Ikhwanul Rubby)

Kedatangan pihak kepolisian ini juga membawa serta salinan surat hasil mediasi dilaksanakan di Kantor Gubernur Riau yang ditujukan Kepada Camat Tapung Hilir.

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira menyampaikan agar masyarakat yang merasa dirugikan atau merasa tertipu oleh oknum maupun kelompok tertentu yang menjanjikan sesuatu dapat melapor kepada penegak hukum.

"Kami pihak Kepolisian siap menerima dan membantu masyarakat membuat laporan untuk ditindak lanjuti," ucapnya.

Baca: Akmal Menangis Usai Dengar Keputusan Rapat Konflik Lahan Desa Koto Aman di Kantor Gubernur Riau

Baca: Video: Pemprov Riau Gelar Rapat Bahas Konflik Desa Koto Aman

Kordinator Lapangan aksi unjuk rasa Masyarakat Desa Koto Aman, Dapson saat berbincang dengan pihak kepolisian menjelaskan bahwa hasil rapat yang diadakan dikantor Gubernur Riau tidak sah karena tidak adanya kesepakatan terhadap perwakilan masyarakat dan hanya mendengarkan pendapat dari instansi terkait yang hadir saat rapat.

"Menyangkut adanya oknum atau kelompok tertentu yang menjanjikan sesuatu dan masyarakat ingin melapor, kami mendukung untuk dilaporkan ke pihak kepolisian," ucapnya.(Tribunpekanbaru.com/Ikhwanul Rubby)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved