Inti Isra Miraj Adalah Mendirikan Shalat Lima Waktu

Panitia Masjid YAMP Tembilahan menghadirkan ustadz asal Kuala Tungkal, Jambi, saat perayaan Isra Miraj pada Sabtu (6/4/19) malam lalu.

Inti Isra Miraj Adalah Mendirikan Shalat Lima Waktu
tribun pekanbaru
Ustadz H Anwar Ardabili bersama Ketua Pelaksana Muridi Susandi, panitia dan masyarakat, foto bersama usai Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid YAMP, Jalan Baharuddin Yusuf, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Inhil, Sabtu (6/4) malam lalu. 

tribunpekanbaru.com - Penceramah Ustadz H Anwar Ardabili asal Kuala Tungkal, Jambi, hadir dalam perayaan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tahun 1440 H di Masjid YAMP, Jalan Baharuddin Yusuf, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Inhil, Sabtu (6/4) malam lalu.

Guru Pondok Pesantren Alba Qiatusshailihat, Kuala Tungkal, Jambi ini, memberikan tausyiah pada Isra Miraj yang dihadiri masyarakat sekitar Masjid YAMP, yang berada di Komplek Kantor Bupati Inhil.

Dalam tausyiahnya, Ustadz H Anwar Ardabili mengungkapkan, Isra Miraj merupakan peristiwa lebih dari 14 abad lalu, ketika Allah SWT memperjalankan Rasulullah Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, dan dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha.

“Seringkali masyarakat menggabungkan Isra Miraj menjadi satu peristiwa yang sama. Padahal, sebenarnya Isra dan Miraj merupakan dua peristiwa berbeda,” terang Ustadz Anwar.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam Isra, Nabi Muhammad diberangkatkan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Miraj, Nabi Muhammad dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi.

“Di sini Nabi mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan shalat lima waktu,” terang Ustadz Anwar.

Ketua Panitia Pelaksana Isra Miraj Masjid YAMP Tembilahan, Muridi Susandi, berharap peringatan Isra Miraj bisa menjadi momentum bagi umat muslim untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, terutama dalam menjalankan shalat lima waktu.

“Intinya Isra Miraj ini kan kita disuruh untuk shalat lima waktu, dan biasanya ni kalau subuh itu kan jamaahnya sedikit. Mudah-mudahan setelah ini jamaah kita banyak yang rutin shalat lima waktu di masjid, tidak hanya di Masjid YAMP tapi juga di masjid lain,” harap pria yang biasa disapa Sandi ini. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved