Bengkalis

Satpolair Polres Bengkalis Riau Temukan Kayu Diduga Hasil Ilog di Meranti

Satpolair Polres Bengkalis mengamankan sebanyak enam puluh keping kayu tidak bertuan di perairan Ketam Putih Bengkalis, Rabu

Satpolair Polres Bengkalis Riau Temukan Kayu Diduga Hasil Ilog di Meranti
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Kayu temuan Satpolair Polres Bengkalis diamankan di Pos Polair Polres Bengkalis, Senin (8/4) 

Satpolair Polres Bengkalis Riau Temukan Kayu diduga Hasil Ilog di Meranti

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Bengkalis mengamankan sebanyak enam puluh keping kayu tidak bertuan di perairan Ketam Putih Bengkalis, Rabu (3/4/2019) malam kemarin.

Kayu diamankan tersebut diduga merupakan hasil ilegal loging yang diduga berasal dari Kepulauan Meranti.

Hal ini diungkap Kasatpolair Polres Bengkalis AKP Yudhi Franata SIK kepada awak media, Senin (8/4) siang. Menurut Kasat kayu yang diamankan awalnya berada di pinggir pantai perairan Ketam Putih.

"Kita awalnya mendapatkan informasi dari masyarakat adanya kayu yang mengapung diperairan Ketam Putih pada tanggal 2 April lalu. Berdasarkan informasi ini, anggota kita menyelusuri perairan Ketam Putih sekitar pukul 16.00 WIB Selasa sore," ungkap Kasat.

Baca: LPPM Unilak Sosialisasi Pemilu bagi Masyarakat Lubuk Tilan

Baca: Via Vallen Dirayu Om-Om dengan Sertifikat Rumah Seharga Rp 4 Milyar, Begini Reaksinya

Selanjutnya hasil penelusuran tersebut petugas menemukan barang bukti diduga kayu ilegal sebanyak beberapa rakit. Namun karena kondisi air saat itu surut petugas harus menunggu air pasang untuk menarik kayu tersebut ke Pos Polair Polres Bengkalis.

"Kondisi air pasang baru muncul sekitar pukul 23.00 WIB malam. Kemudian petugas langsung menarik kayu tersebut dengan menggunakan pompong ke Pos Polair Polres Bengkalis," ungkap Yudhi.

Namun kondisi di lapangan saat penarikan tersebut terjadi angin barat dan cuaca yang mendung. Saat perjalanan penarikan pompong yang digunakan pecah dan tenggelam.

"Kayu yang dibawa ada sekitar tujuh rakit, namun karena kapal pecah hanya sekitar empat rakit. Sementara sisanya tidak dapat diamankan.

"Ada tiga rakit sisanya tertinggal, saat petugas kita melakukan penyusuran kembali tiga rakit tersebut tidak ditemukan lagi. Jadi yang berhasil diamakan hanya empat rakit sekitar enam puluh keping," jelas Kasat.

Baca: Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Arema Final Piala Presiden Selasa Sore, Live Indosiar! (video)

Baca: Jet Tempur F16 AU Belanda Tertembak Pelurunya Sendiri

Menurut Yudhi, kayu temuan ini diduga berasal dari Meranti tepatnya dari perairan Dedap. Meskipun berhasil mengamankan kayu, Petugas belum menetapkan tersangka terkait temuan ini.

"Kayu ini statusnya temuan belum ada tersangka, sementara ini kita masih lakukan Lidik siapa pemilik kayu dan akan dibawa kemana kayu tersebut," terang Kasat

Menurut Kasat sambil menunggu hasil penyelidikan, temuan kayu ini akan tetap proses kayu ini sesuai dengan undang undang Kehutanan. "Kita akan tetap proses temuan kayu ini sesuai dengan undang undang kehutanan," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Saksikan juga berita video menarik Tribun Pekanbaru dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved