Api Hanguskan 10 Hektare Lahan di Teluk Makmur, Dumai

Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Kota Dumai. Kali ini sekitar 10 hektare lahan hangus terbakar di Teluk Makmur.

Api Hanguskan 10 Hektare Lahan di Teluk Makmur, Dumai
tribun pekanbaru
Kebakaran lahan terjadi di Teluk Makmur, Dumai, pada Selasa (9/4), terlihat dari pantauan udara. 

tribunpekanbaru.com - Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan Kota Dumai pada Selasa (9/4). Kali ini, sekitar 10 hektare lahan gambut terbakar di Kelurahan Teluk Makmur, Medang Kampai, Kota Dumai.

Informasi yang dihimpun dari BPBD Kota Dumai, total lahan yang terbakar sejak beberapa waktu lalu hingga Senin (8/4) di kawasan Kota Dumai, sudah mencapai luas 116,75 hektare.

Kepala BPBD Kota Dumai, Afrilagan pada Selasa (9/4) mengatakan, di daerah Teluk Makmur terjadi penambahan lahan yang terbakar seluas 10 hektare.

"Hingga Senin lalu total lahan yang terbakar di kawasan Kota Dumai sudah sekitar 116,75 hektare, itu di seluruh Dumai," ungkapnya.

Saat ini, seluruh tim gabungan pemadaman sudah dikerahkan untuk memadamkan api di atas lahan yang didominasi oleh kawasan gambut dan rawa-rawa tersebut.

Sedikitnya, menurut Afrilagan, ada 120 orang anggota tim gabungan dari berbagai unsur yang diturunkan ke lokasi kebakaran tersebut.

"Masing-masing berasal dari BPBD Dumai, TNI dan Polri, Manggala Agni, dan banyak lagi dari elemen lainnya yang ikut terlibat pemadaman," sebut Afrilagan.

Dia menerangakan, usaha untuk melakukan pemetaan lapangan melalui udara juga sudah dilakukan oleh timnya. Salah satunya adalah dengan menggunakan pemantauan via udara menggunakan helikopter.

Dia berharap agar kebakaran tersebut dapat segera bisa dipadamkan, dan proses pendinginan tidak memakan waktu lama. Sehingga peristiwa yang menimbulkan asap pekat itu tidak berdampak meluas pada lahan lainnya dan masyarakat Dumai.

"Kita berharap, dengan adanya pantauan dari udara ini, kinerja kita dalam memetakan kawasan yang mengalami kebakaran menjadi lebih mudah, dan kinerja tim di lapangan dalam mencari titik api dan sumber air menjadi lebih cepat dan efisien," tuturnya. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved