Beri Bimbingan Teknis kepada Saksi Partai, Bawaslu Juga Serahkan Buku Saku

Bawaslu Riau gencar memberikan bimbingan teknis kepada saksi yang akan bertugas di TPS pada saat pencoblosan nanti.

Beri Bimbingan Teknis kepada Saksi Partai, Bawaslu Juga Serahkan Buku Saku
tribun pekanbaru
Komisioner Bawaslu Riau, Neil Antariksa, menjadi Pemateri dalam Bimbingan Teknis untuk saksi di Perawang, Siak, Selasa (9/4). 

tribunpekanbaru.com - Untuk menyukseskan Pemilu 2019, semua pihak harus berperan aktif, termasuk saksi partai yang ditugaskan di TPS untuk mengawal suara. Untuk itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan pembekalan kepada para saksi tersebut.

Hampir setiap hari petugas Bawaslu memberi pembekalan kepada calon saksi. Selasa (9/4) kemarin misalnya, Komisioner Bawaslu Riau Divisi Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Neil Antariksa, memberikan pembekalan kepada saksi partai di Perawang, Kabupaten Siak.

"Ini bukan permintaan partai politik, namun Bawaslu yang memberikan bimtek ini kepada seluruh partai politik," ujar Neil Antariksa kepada Tribun.

Menurut Neil, para saksi ini banyak yang tidak paham apa saja tugasnya saat proses pencoblosan dan penghitungan suara. Makanya Bawaslu memberi pemahaman tugas pokok dan fungsi (Tupoksi). "Pada waktu bimtek diberikan pemahaman, tentang hak dan tanggung jawab saksi," terangnya.

Setelah dapat pembekalan dari Bawaslu, para saksi ini diberikan buku saku sebagai panduan saat bertugas nanti di TPS. "Ada buku panduan saksi juga. Dengan buku panduan itu bisa menjalankan tugas sebagai saksi di lapangan," ujarnya.

Pada saat pembekalan, di antaranya disampaikan bahwa saksi berhak mengajukan keberatan terhadap KPPS, jika ada prosedur yang dinilai tidak sesuai Peraturan KPU tentang penghitungan suara.

Pemilu 2019 ini diyakini menjadi pemilu yang merepotkan dan menguras tenaga karena dilaksanakan serentak. Bahkan dalam simulasi di KPU RI, untuk penghitungan suara saja di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) bisa berlangsung hingga subuh.

Ini dikarenakan ada lima surat suara sekaligus yang harus dihitung, yaitu Pemilihan Presiden, Pemilihan DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan Kota. Sehingga diyakini membutuhkan waktu sangat lama untuk proses penghitungan.

"Sesuai hasil simulasi di pusat, memang untuk penghitungan suara di TPS butuh waktu lama, bahkan sampai subuh," ujar Komisioner Divisi Teknis KPU Riau, Joni Suhaidi. (uha)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved