Pelalawan

Bupati Pelalawan Riau Pastikan Tunjangan Puluhan Pejabat Ditahan Lantaran Belum Laporkan LHKPN

Polemik penyerahan LHKPN pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan belum tuntas hingga Selasa.

Bupati Pelalawan Riau Pastikan Tunjangan Puluhan Pejabat Ditahan Lantaran Belum Laporkan LHKPN
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
rupiah-kurs-dolar 

Bupati Pelalawan Riau Pastikan Tunjangan Puluhan Pejabat Ditahan Lantaran Belum Laporkan LHKPN

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Polemik penyerahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan belum tuntas hingga Selasa (9/4/2019).

Sudah hampir dua pekan pelaporan LHKPN lewat dari batas yang diberikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan data yang dimiliki Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Pelalawan sekitar 50 lebih pejabat yang sampai kini belum mengisi LHKPN secara online.

Baca: VIDEO El Clasico Jokowi vs Prabowo: Siapa Pemenangnya? Live Streaming ILC TV ONE Malam Ini 20.00 WIB

Padahal ada sanksi yang dijatuhkan pemda kepada para pejabat yang membandel ini yakni pembaran tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tidak realisasikan.

"Kita pastikan TPP dia (pejabat) tidak dibayarkan sebagai sanksi belum dilaporkan LHKPN ini," tegas Bupati Harris kepada tribunpelalawan.com, Selasa (9/4/2019).

Apabila para pejabat tersebut terus membandel dan tak melaporkan harta kekayaannya, berarti TPP tidak dibayarkan selama tidak melaporkan. Kemudian tanggungjawab pejabat yang bersangkutan dalam mengambil posisi di jabatan lain juga di suatu waktu akan terkendala.

"Kita memang lebih banyak dari daerah lain. Kita berharap yang belum melaporkan segeralah melaporkannya," tambah Harris.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Pelalawan, Jasman, ada beberapa kendala yang membuat para pejabat tak melaporkan LHKPN ke KPK.

Di antaranya yakni alasan jaringan yang tidak bagus saat mencoba menginput data ke website yang ditetapkan. Sebagian besar juga ada yang lupa dengan pasword saat masuk ke laman pelaporan.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved