Pemko tak Kunjung Terima Jawaban Resmi Kementerian Perihal Tunjangan Guru Sertifikasi

Forum Guru Sertifikasi Kota Pekanbaru belum memastikan bakal menindaklanjuti pertemuan dengan DPRD Kota Pekanbaru yang dilakukan sebelumnya.

Pemko tak Kunjung Terima Jawaban Resmi Kementerian Perihal Tunjangan Guru Sertifikasi
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Ratusan guru sertifikasi Kota Pekanbaru kembali melanjutkan aksinya, kali ini ratusan guru menduduki Kantor DPRD Kota Pekanbaru, Senin (8/4/2019). (Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Forum Guru Sertifikasi Kota Pekanbaru belum memastikan bakal menindaklanjuti pertemuan dengan DPRD Kota Pekanbaru yang dilakukan sebelumnya.

Mereka sempat berencana ingin mempertanyakan hasil pembahasan Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP) bagi guru sertifikasi.

Saat aksi awal pekan kemarin, para guru berencana bertemu lagi dengan dewan pada, Kamis (11/4/2019) besok.

Perwakilan guru sertifikasi, Zulfikar belum memastikan para guru bakal datang besok.

Ia tidak memberi jawaban terkait rencana menemui anggota DPRD Kota Pekanbaru hingga, Rabu.(10/4).

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru, DR Firdaus saat diwawancarai terpisah mengaku masih menanti jawaban tertulis dari tiga kementerian.

Jawaban itu belum kunjung diterima resmi oleh Pemko pascamereka bersama perwakilan guru melakukan konsultasi di tiga kementrian beberapa waktu lalu.

Mereka konsultasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta Kementrian Dalam Negeri. Mereka juga datang ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

"Jadi kami menanti jawaban tertulis dari kementrian. Sebab ketiga kementrian menyebut bakal memberikan jawaban tertulis. Saat ini kami masih menanti," ungkapnya.

Firdaus tidak menampik adanya rencana pemerintah kota memberi sanksi bagi guru sertifikasi yang tetap aksi turun ke jalan menuntut TPP.

Para guru disebut-sebut meninggalkan kelas saat aksi pada Maret 2019 lalu selama enam hari.

Firdaus sudah memaafkan dan menerima absen para guru kala itu. Ia beralasan agar para guru tetap menerima tunjangan sertifikasi bulan lalu.

Pemerintah juga sudah memberi kesempatan diskusi ke kementrian untuk sampaikan aspirasi. Maka ia mengimbau agar fokus menghadapi Ujian Nasional (UN) 2019.

"Jadi saya ingatkan kepada guru yang ikut dan kordinator, bahwa mereka adalah pegawai negeri," tegasnya.(*)

Penulis: Fernando
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved